RI Incar Penerimaan Wisata Bahari USD 4 Miliar

JAKARTA (KRjogja.com) – Indonesia menargetkan penerimaan negara dari sektor wisata bahari sebesar 4 miliar dolar AS pada tahun 2019, atau meningkat 400 persen dari tahun 2016 yang hanya 1 miliar dolar AS.
Target tersebut optimis dapat dicapai karena indonesia memiliki potensi bahari yang sangat bagus dan sangat panjang.

"Potensi bahari ada tiga yakni wisata laut, wisata pantai dan wisata bawah laut. Indonesia memiliki potensi itu semua, makanya kita optimis target tersebut bisa tercapai," katA Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada acara launching Hari Nusantara 2016 di Jakarta, Senin malam (22/08/2016).

Menurut Menpar seharusnya perolehan devisa itu jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain. Misalnya Malaysia yang hanya memiliki wisata bawah laugt saja, tetapi pendapat mereka jauh lebih tinggi yakni mencapai 8 miliar dolar AS. "Ini memang ga masuk akal, Malaysia hanya punya wisata bawah laut aja pendapatannya tinggi, sementara Indonesia memiliki semuanya pendapatannya sangat sedikit," tegasnya.

Arief menegaskan, dengan pendapatan dari wisata bahari yang masih rendah ini, pastgi ada yang sala terutama regulasi yang selama buruk, karena banyak yang menghambat dan tidak mendukung insdustri di bidang bahari. Untuk itu diperlukan deregulasi besar besaran di sektor bahari gterutama yang menjebak dan menghambat perkembangan industri bahari.

"Kalau regulasi kita buruk dan tidak mendukung industri bahari ya susah kita majunya. Makanya perlu deregulasi besar besaran di sektor bahari," tegasnya. (Lmg)

 

 

BERITA REKOMENDASI