Risma Akui Berat Jadi Mensos

Editor: Ivan Aditya

SURABAYA, KRJOGJA.com – Menteri Sosial mengakui jika tugas yang diembannya berat. Pasalnya, Kementerian Sosial merupakan salah satu kementerian dengan anggaran terbesar.

Namun, mantan Wali Kota Surabaya itu mengatakan akan berupaya mengawasi penggunaan anggaran Kementerian Sosial seoptimal mungkin, sehingga penyalurannya tepat sasaran. “Semua sistem itu harus diperbaiki, memang berat. Saya tahu itu tidak mudah. Tapi kan harus saya lakukan karena ini mengelola uang amanah rakyat luar biasa besarnya,” ucap Risma.

Untuk meminimalisasi penyelewengananggaran, maka ia akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) secara elektronik (cashless) pada 2021. Alasannya, ia menilai jika penyaluran bansos secara elektronik tersebut lebih efektif.

“Kami akan lakukan semua transaksi secara elektronik. Dan juga ada masukan dari daerah, kami gunakan dengan elektronik yang cepat sehingga perbaikan data bisa segera kami dilakukan. Dengan demikian efektivitas bisa tercapai,” kata Risma.

Guna melancarkannya penyaluran bansos tersebut, ia mengaku akan mengebut perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk perbaikan data, Risma mengatakan Kemensos akan bekerja sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan pembaruan data penerima bansos.

Selain itu, ia juga akan menggandeng tiap gubernur, kepala daerah, dan perguruan tinggi. Risma dianggap pihak-pihak tersebut mengenal kondisi dan situasi di daerah. (*)

BERITA REKOMENDASI