Romi Klaim Tak Ada Lagi Dualisme PPP

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dua tahun sembilan bulan PPP terpecah menjadi dua kubu. Ada yang menginduk pada Romahurmuziy ada pula yang menginduk pada Djan Faridz. Namun di Musyawarah Kerja Nasional PPP yang digelar di Ancol, Jakarta, Rabu, 19 Juli 2017, kubu Romahurmuziy mengklaim dualisme ini sudah berakhir.

Klaim yang disebut Romi mungkin tak sepenuhnya benar, karena dinamika dalam partai berlambang Kabah itu masih terus terjadi. Terakhir kantor DPP PPP di kawasan Diponegoro, Jakarta Pusat yang dikabarkan diperebutkan. Tapi klaim Romi dianggap cukup kuat karena telah mengantongi putusan Mahkamah Agung.

"Dengan serta merta itu menjadi hak bagi pemenang yang diberikan MA kepada Muktamar yang sah pada 2016 lalu. Peninjauan kembali adalah keputusan tertinggi, tidak ada dua PPP. Maka hanya ada satu PPP, yaitu (hasil Muktamar) Pondok Gede," kata Romi usai membuka Mukernas, Rabu, 19 Juli 2017 malam.

Menurut Romi, dalam Pasal 24 UU Kehakiman, setelah peninjauan kembali tidak ada lagi upaya hukum lain yang diberikan. Meskipun masih berseberangan pendapat, Romi tak segan mengajak PPP kubu Djan Faridz ikut bergabung kembali.

"PPP sudah cukup berada dalam situasi konflik yang menguras tenaga dan waktu. Rangkul mereka kembali, ajak rekonsiliasi," kata Romi. (*)

BERITA REKOMENDASI