Rugi Rp 51,23 Miliar, Bata Tidak Bagi Deviden

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) tidak membagikan deviden kepada para pemegang saham, untuk tahun buku 2021. Pasalnya perusahaan pada tahun 2021 mengalami kerugian sebesar Rp 51,23 miliar.

“Pada rapat umum pemegang saham ( RUPS) , disepakati tidak membagikan deviden, karena pada tahun 2021 lalu perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 51,23 miliar,” kata Direktur BATA Hatta Tutuko, dalam acara publik expose di Jakarta, Jumat (21/07/2022).

Dikatakan, kerugian yang dialami BATA tersebut karena imbas dari pandemi covid -19, dimana banyak toko dan gerai tutup karena adanya pemberlakuan PPKM. Bahkan pada tahun 2020, BATA mengalami kerugian yang cukup yakni mencapai Rp 177,76 miliar.

Namun seiring dengan kasus covid yang melandai dan pembatasan PPKM sudah dilonggarkan serta dibukanya kembali sekolah dengan tatap muka, penjualan produk dari BATA mulai menunjukkan peningkatan. Diperkirakan kenaikan penjualan pada semester I tahun 2022 mencapai 30 persen sampai 40 persen secara tahunan, didorong oleh naiknya permintaan pada momen Lebaran.

“Penjualan pada semester I tahun 2022 sempat mengalami penurunan pada Februari dan Maret, imbas dari pembatasan mobilitas yang diterapkan pemerintah ketika varian omicron memicu kenaikan kasus Covid-19. Meski demikian, momentum Ramadan dan Lebaran pada April dan Mei memberi dampak positif pada penjualan. Jika dibandingkan dengan semester I tahun 2021 ada kenaikan di kisaran 30 persen sampai 40 persen,” kata Hatta.

Dipaparkan, BATA membukukan penjualan sebesar Rp 237,26 miliar pada semester I tahun 2021. Dengan estimasi kenaikan 30-40 persen, maka potensi penjualan Bata selama 6 bulan pertama mencapai Rp 308,44 miliar sampai Rp 332,16 miliar.

“Kinerja ini menjadi pertanda baik dan menunjukkan penjualan kami tetap bisa berkembang. Terlebih aktivitas sekolah sudah mulai dibuka kembali sehingga bisa Jadi momentum kami untuk mengerek penjualan,” tambahnya.

Adapun sepanjang kuartal I tahun 2022, penjualan Bata mencapai Rp 116,34 atau meningkat 39,32 persen dibandingkan periode sama di 2021 senilai Rp 83,50 miliar. Adapun segmen bisnis BATA pada tahun 2022 segmen eceran masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan sepatu dengan nilai Rp 99,60 miliar, disusul penjualan di e-commerce Rp9,80 miliar, dan keperluan industri Rp 4,37 miliar.

Penjualan BATA sepanjang 2021 masih terkoreksi dengan total Rp 438,48 miliar, sementara pada 2020 berjumlah Rp459,58 miliar. Hatta mengatakan perseroan tengah fokus untuk mencapai kinerja penjualan yang menyamai level sebelum pandemi.

“Harapan kami tahun ini kami tidak mengalami kerugian, setidaknya menyamai kinerja 2019 karena saat itu kami membukukan laba,” katanya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI