RUU Minuman Beralkohol Bisa Picu Pengangguran, Kok Bisa?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menggodok draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Larangan Minuman beralkohol (minol). Hal ini lantas menuai berbagai respon dari masyarakat. Pasalnya, selama ini sudah ada sejumlah regulasi yang mengatur peredaran minuman beralkohol dan dinilai cukup efektif.

Selain itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pengusaha Importir dan Distributor Minuman Impor (APIDMI), Ipung Nimpuno mengatakan tingkat konsumsi minuman beralkohol di Indonesia hanya sekitar 0,2 persen dari total populasi atau sama sekitar satu mili liter per orang.

Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara yang mencapai sekitar 1 persen dari total populasi.

Menilik pada situasi krisis akibat pandemi covid-19, Ipung menilai hal yang mestinya menjadi fokus pembuat kebijakan adalah upaya untuk pemulihan ekonomi.

“Dari asosiasi melihatnya dengan situasi ekonomi yang sedang dilanda krisis karena pandemi covid-19. Seharusnya nggak ada urgensinya DPR mengajukan RUU minol,” kata dia, Sabtu (14/11/2020).

BERITA REKOMENDASI