Ryamizard Minta Tutup Buku Tentang PKI

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menilai, untuk menghindari tindakan persekusi dari kalangan tertentu, maka pihak-pihak yang dianggap menjadi korban 65 tidak memprovokasi dengan mengadakan pertemuan atau kegiatan lainnya. Ryamizard berharap, masa lalu biarlah menjadi masa lalu dan tidak perlu diungkit-ungkit kembali. Dia meyakini, peristiwa kelam tersebut ada yang salah dan ada yang benar.

"Kalau diungkit ungkit ada reaksi lain, kalau tidak ada, udah jangan diungkit-ungkit, mari kita bangun bangsa ini, negara ini," ujarnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (20/7/2017).

Meski demikian, Ryamizard enggan menjawab kemungkinan pemerintah membuat kebijakan agar isu tersebut tak terus menerus diungkit ke publik. Dia mengaku enggan berbicara mengenai hal itu.

"Tutup buku tentang PKI, tutup buku, mari kita ke depan, janganlah inilah, HAM-lah, bubarkan teritorial, ini menancing-mancing namanya, ya enggak boleh, sudahlah, diam semua, tutup buku buat yang baru, mari kita bangun negara ini, mari kita bela negara," pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI