Saat Imsak, Masih Boleh Makan dan Minum?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Masyarakat Indonesia selama ini mengenal istilah Imsak sebagai pengingat dan bersiap-sip menyudahi makan sahur sebelum azan subuh berkumandang.

Hal ini bertujuan agar orang-orang yang belum selesai makan tidak gelagapan begitu waktu subuh datang. Selisih waktu imsak dan waktu subuh berkisar 10 menit.

Akan tetapi, seorang ustaz menilai istilah imsak yang digunakan Indonesia selama ini ternyata salah. Menurutnya, jika yang dimaksud adalah mengingatkan agar orang-orang menyudahi makan sahur, maka istilah yang digunakan bukanlah imsak. 

Menurutnya, imsak adalah persamaan dari kata puasa. Hal itu didasarkan pada hadis di kitab fiqih yang ia kaji. "Imsak itu, nama lain dari puasa. Silakan lihat kitab fiqih manapun, mulai dari yang paling tebal hingga yang paling tipis," ujarnya. 

Hilmi mengatakan puasa mempunyai tiga nama, yaitu Al-Shaum, Al-Shiyam, dan Al-Imsak. "Al-Shaum, Wal-Shiyam fil lughatil Al-Imsak, artinya shaum dan shiyam secara bahasa artinya sama dengan imsak, yakni menahan," tegasnya. 

Maka jika telah dikumandangkan waktu imsak, hal itu berarti sudah masuk waktu berpuasa. Orang-orang tidak boleh lagi melanjutkan makan atau minumnya. "Di sinilah kesalahannya, menempatkan istilah imsak bukan pada tempatnya. Seharusnya, imsak itu waktunya sama dengan adzan subuh," ujarnya dalam video yang diunggah di Facebook. 

Maka jika yang dimaksud adalah waktu peringatan, seharusnya menggunakan kata tanbihun yang dalam bahasa Indonesia mempunyai makna peringatan. Karena masalah ingat mengingatkan juga sudah dilakukan sejak zaman nabi. (*)

BERITA REKOMENDASI