Saatnya Arus Balik, Stok Dijamin BBM Aman

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) bagi para pemudik yang kembali ke Jakarta dan kota-kota lainnya pada arus balik Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 M dalam kondisi aman.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama  Kementerian ESDM Agung Pribadi, berdasar laporan Posko Nasional Sektor ESDM, kondisi stok BBM dalam kondisi aman hingga tiga minggu ke depan. Adapun ketahanan BBM jenis Premium untuk 22 hari, Solar/Akrasol 21 hari, Pertalite 21 hari, Kerosene 48 hari, Pertamax/Akra 92 20 hari, Pertamax Turbo 42 hari, Pertamina Dex 46 hari, Dexlite 20 hari, Avtur 28 hari dan LPG/elpiji/gas 18 hari.

Stok elpiji dalam kondisi aman dengan stok sebesar 370.480 metrik ton (MT) dan realisasi penyaluran 11.465 MT. Bahan bakar gas (BBG) dan jaringan gas (Jargas) juga tersalurkan tanpa ada kendala. Secara umum proses penyaluran BBM, elpiji dan gas bumi rumah tangga berjalan normal.

"Tim Posko juga melakukan pengecekan langsung ke beberapa lokasi. Selain pengecekan lapangan, untuk antisipasi lonjakan permintaan saat arus balik, telah disiapkan 110 Mobil Tangki Kantong, 33 Mobil Dispenser, 57 KiosK Pertamax, 1 Serambi Pertamax, 283 Motoris Kemasan dan 2 KiosK Kemasan AKR. Semua ini bagian dari upaya melancarkan aktivitas balik sehabis mudik Lebaran," ujar Agung Pribadi di Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Agung Pribadi menjelaskan, kepadatan lalu lintas kendaraan bermotor menuju Jakarta terlihat normal, sehingga ketersediaan semua jenis BBM aman. "Kondisi stok dan penyaluran BBM nasional berjalan secara normal. Dibandingkan dengan hari sebelumnya, konsumsi seluruh jenis BBM mulai mengalami kenaikan," ujar Agung Pribadi.

Tercatat, realisasi penggunaan Premium sebesar 33.477 kilo liter (KL) dengan coverage days 24 hari, Solar/Akrasol 15.592 KL (20 hari), Pertalite 48.478 KL (24 hari), Pertamax/Akra 92 21.665 KL (20 hari), Pertamax Turbo 770 KL (38 hari), Kerosene 1.694 KL (41 hari), Pertamax Dex 435 KL (47 hari), Dexlite 505 KL (20 hari) dan Avtur 16.599 KL (28 hari).

Di samping itu, pemerintah juga menjamin akses tambahan pendistribusian Premium di 571 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum/SPBU Reborn (SPBU yang menyalurkan kembali Premium) yang sudah berjalan sejak 14 Juni 2018. "BPH Migas dan Ditjen Migas telah melakukan monitoring langsung ke sebagian besar SPBU Reborn untuk memastikan pendistribusian Premium lancar. Sisanya akan dimonitoring lebih lanjut," imbuh Agung.

Jaminan ketahanan BBM diperkuat hasil monitoring lapangan menunjukkan tidak ada Terminal BBM (TBBM) dengan stok kritis dimana TBBM yang terhubung dengan pipa stok lebih dari tiga hari.

Terkait penyediaan kelistrikan nasional, meski terdapat dua sistem listrik yang siaga di Lombok dan Jayapura, Tim Posko ESDM mencatat 20 sistem listrik berjalan normal. Secara keseluruhan Daya Mampu Pasok Nasional sebesar 30.274,36 MW dan beban puncak sebesar 25.714,02 MW sehingga Kapasitas Cadangan Daya Nasional sebesar 4.496,74 MW.

Walaupun berstatus siaga, namun penyaluran listrik di kedua wilayah tersebut secara keseluruhan tidak terganggu lantaran sistem dinyatakan siaga, dikarenakan cadangan listrik lebih kecil dari pembangkit terbesar. Rinciannya, terindikasinya gangguan turbin pada Sistem Lombok dikarenakan PLTU LED Unit 2 (25 MW) trip proteksi turbin. Sedangkan Sistem Jayapura, diakibatkan adanya gangguan pada PLTMG Blok I (78 MW).

Untuk menjaga sistem kembali normal, PLN mengoperasikan Mobile Power Plant Jeranjang 2×25 MW Lombok sesuai keperluan. Sementara untuk Sistem Jayapura, PLN mempercepat perbaikan Circuit Breaker dan melakukan manuver beberapa pembangkit sesuai keperluan.(Sim)

BERITA REKOMENDASI