Salat Jumat Dua Gelombang Sesuai Fatwa MUI

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Jusuf Kalla menambahkan, pelaksanaan salat Jumat menjadi dua gelombang pada tatanan normal baru atau new normal merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta tahun 2001.

Pelaksanaan salat dua gelombang ini mempertimbangkan ketentuan jaga jarak satu meter yang membuat daya tampung masjid menjadi hanya 40 persen dari kapasitas biasa. “Akibatnya banyak jemaah tak tertampung bisa tidak salat Jumat. Karena itu kita anjurkan salat Jumat dua kali, dua gelombang, dua sif, itu sesuai fatwa MUI DKI tahun 2001,” ujar JK.

Ketentuan fatwa MUI DKI ini memang berbeda dengan fatwa MUI Nomor 5/Munas VI/MUI/2000 yang melarang pelaksanaan salat Jumat dua gelombang. Menurutnya, larangan salat Jumat dua gelombang itu hanya berlaku di sektor industri. Hal ini menimbang sejumlah industri yang sistem operasionalnya nonstop 24 jam sehingga tak memungkinkan untuk melaksanakan salat Jumat.

“Kalau MUI pusat itu (alasannya) industri. Kalau ini kan kekurangan tempat karena jaga jarak maka boleh, tidak ada cara lain,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI