Saling Bertemu, Jokowi dan SBY Membahas Apa?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Secara mendadak, Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengunjungi Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat (27/10). Kunjungan itu tidak ada dalam agenda Sekretariat Negara.'

SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di tangga Istana Merdeka. Tak lama setelah itu, Presiden Jokowi kemudian menyambut dan bersalaman dengan SBY di ruang tengah Istana Merdeka dan bersama-sama menuju beranda belakang.

Tampak Presiden Jokowi yang mengenakan setelan jas berwarna hitam, dengan dasi merah dan kemeja putih, kemeja putih lengan panjang, sementara SBY mengenakan batik lengan panjang berwarna coklat. Keduanya berbincang santai sambil sesekali Presiden Jokowi dan SBY tersenyum di sela pertemuan tersebut. Setelah itu, keduanya kemudian berpindah ke ruangan Jepara Istana Merdeka.  

Sementara itu Juru Bicara Presiden Jokowi, Johan Budi SP mengatakan, pertemuan itu berlangsung secara empat mata, yakni hanya dilakukan oleh Jokowi dan SBY, tanpa ada yang mendampingi. Ada beberapa topik yang dibahas dalam pertemuan itu.  Dalam pertemuan tersebut, disinggung soal Perpu Ormas yang kini telah disahkan menjadi Undang-undang (UU) oleh DPR.

"Pertemuan antara dua tokoh ini berlangsung empat mata, jadi tidak ada yang mendampingi. Dan tadi saya konfirmasi ada beberapa topik yang dibicarakan. Jadi sebetulnya ini pertemuan silaturrahmi, mengenai persoalan-persoalan kebangsaan kekinian lah," kata Johan Budi.

Johan mengatakan, di antara beberapa topik yang dibahas, ada yang berkenaan dengan Perpu Ormas yang kini telah disahkan menjadi UU oleh DPR. Dikatakan Johan, SBY memberikan beberapa masukan mengenai hal itu.

"Memang ada topik yang dibicarakan, salah satunya tentang Perpu Ormas yang baru saja disahkan oleh DPR menjadi UU tentang ormas. Jadi di sana diskusi antara Pak SBY dengan Pak Presiden Jokowi, termasuk juga Pak SBY memberikan masukan-masukan," kata Johan.

Terkait dengan apa saja usulan yang diberikan SBY, Johan tidak bisa menjelaskan. Sebab dia tidak ikut dalam pertemuan itu. "Saya detilnya tidak tahu, karena seperti saya sampaikan di awal, pertemuan ini pertemuan empat mata, jadi tidak ada yang mendampingi antara Pak Presiden Jokowi dengan Pak SBY. Tadi saya sudah konfirmasi tadi bahwa banyak hal yang dibicarakan, diskusi. Salah satunya memang tentang Perppu Ormas itu yang sekarang telah jadi UU," kata Johan.  

Terkait dengan Perpu Ormas, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan atas keputusan rapat paripurna DPR-RI yang menyetujui Peratuan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor: 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menjadi Undang-Undang, pada Selasa (24/10/2017) lalu.

Menurut Presiden, Perppu Ormas telah disahkan oleh DPR dengan mayoritas mutlak. Yang hadir 445, yang mendukung 314, yang tidak mendukung 131. “Artinya jelas, banyak yang mendukung, mayoritasnya mutlak,” kata Presiden Jokowi .

Presiden menegaskan, bahwa Perpu ormas ini dibuat jelas sekali untuk menjaga persatuan, untuk menjaga kebhinekaan, untuk ideologi negara kita Pancasila, negara kesatuan Republik Indonesia.“Ini menyangkut eksistensi negara di masa-masa yang akan datang. Supaya jangan sampai ada yang mencoba-coba untuk mengganti ideologi negara kita Pancasila. Jadi jelas tujuannya,” tegas Presiden Jokowi.

Terkait adanya keinginan untuk merevisi Perpu Ormas yang sudah disetujui DPR-RI untuk jadi Undang-Undang, Presiden Jokowi , mempersilahkannya untuk dimasukkan dalam program legislasi nasional (prolegnas). “Ada yang belum baik, ada yang masih belum ditambah, ada yang perlu diperbaiki, ada yang perlu direvisi. Silahkan,” kata Presiden Jokowi. Pemerintah, tegas Presiden, bersikap terbuka. Kalau masih ada yang belum baik ya harus diperbaiki. (Sim)

BERITA REKOMENDASI