Sambut Hari Batik, Kain Batik Garuda Nusantara 74 Meter akan Dibentangkan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia memiliki kebanggaan yang istimewa pada setiap 2 Oktober, yaitu Hari Batik Nasional. Setiap tahun pada tanggal itu selalu dirayakan dengan berbagai cara dan kegiatannya selalu bernuansa batik.

Inilah suatu penghormatan masyarakat dan bangsa Indonesia terhadap “Batik” seiring telah ditetapkannya batik sebagai “Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi” (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO, yaitu Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO)

Dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional 2020 ini, Yayasan Tjanting Batik Nusantara (Yayasan TBN) rencananya akan membentangkan ‘Kain Batik Garuda Nusantara’ (Kain BGN) yang panjangnya mencapai 74 meter. “Kain BGN akan dibentangkan pada perayaan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2020 nanti yang peresmiannya akan mengambil tempat di Museum Nasional di Jakarta,” kata Ketua Umum Yayasan Tjanting Batik Nusantara, Sandra Hutabarat dalam jumpa pers secara virtual, Jumat (25/9).

Sandra menjelaskan, setelah memakan waktu lebih dari 1 tahun, dengan dukungan dari masyarakat maka pihaknya telah dapat menyelesaikan proses pembatikan Kain BGN pada 25 September 2020.

Dikatakan, pada 1 Agustus 2019, bertepatan dengan peringatan 10 tahun setelah diberikannya pengakuan internasional UNESCO kepada Batik dan perayaan HUT kemerdekaan RI ke-74 yang lalu, Yayasan TBN telah menginisiasi pembuatan kain batik sepanjang 74 meter tanpa potongan. Saat itu, bertempat di stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, telah lahir Kain BGN yang ditandai dengan ditorehkannya pencantingan untuk pertama kalinya oleh Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo.

“Kain ini diberi nama oleh Pak Joko Widodo sebagai Kain Batik Garuda Nusantara, karena kain ini diawali dengan motif Gurdo yang berarti Garuda, yang merepresentasikan simbol Garuda Pancasila sebagai dasar NKRI,” ujarnya.

Kain BGN merupakan mahakarya kain batik nusantara yang proses pembatikannya dilanjutkan proses pencantingan yang melibatkan para pembatik di sentra-sentra Batik Nusantara. Pembuatan melalui proses Batik tulis halus pada kedua sisi Kain BGN, dengan pewarna
alami sepanjang 74 meter (tanpa potongan), dan panjang proses pembatikan 2 sisi Kain BGN adalah 148 meter.

“Penyelesaian proses pembatikan Kain BGN oleh Maestro Pembatik Indonesia, Nur Cahyo dari Pekalongan, yang didukung secara langsung oleh lebih dari 90 orang  pekerja batik terbaik yang berumur 25-60 tahun selama lebih dari 12 bulan,” tegas Sandra.

Adapun proses pembatikan menggunakan ratusan kilogram malam (wax) dan 3000 canting dengan ukuran 0, 0,5 dan 1mm, dan Kain BGN berisi jutaan titik. “Total waktu jam kerja yang dibutuhkan untuk pengerjaan Kain BGN 216.000 jam dari seluruh pembatik,” ujarnya.

Dikatakan, motif Kain BGN dimulai dengan motif Garuda (Gurdo), diselingi dengan motif tradisional batik lainnya yaitu Parang, Truntum, Sido Mukti dan Sekar Jagad. (Cdr)

BERITA REKOMENDASI