Sampah di Bunaken Jadi Perhatian Menteri LHK

JAKARTA (KRjogja.com) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK), Siti Nurbaya memberikan sejumlah catatan pada kawasan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara dan salah satunya terkait persoalan sampah laut.

Menteri LHK dalam keterangan tertulis mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet 8 September 2016 menegaskan bahwa fokus pariwisata ditegaskan berbasis lingkungan.

Presiden, menurut dia, secara khusus menyebutkan kawasan Sulawesi Utara dan Bunaken menjadi salah satu fokus pariwisata berbasis lingkungan tersebut. "Saya merasa bertanggung jawab untuk turun langsung ke lapangan," kata Siti. 
Beberapa hal yang menjadi perhatian Menteri Siti saat meninjau kawasan konservasi di Sulawesi Utara ialah salah satunya Taman Nasional Bunaken yakni terkait regulasi, kolaborasi kerja, standard kelengkapan sarana prasarana, dan sampah laut di kawasan tersebut. Taman Nasional Bunaken terletak merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia, meliputi padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem pantai. 

Lokasinya juga termasuk ke dalam segitiga terumbu karang dunia, maka tidak heran jika kawasan ini menjadi primadona wisatawan, terutama bagi para penyelam. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), ia menegaskan bahwa pariwisata, khususnya di daerah konservasi harus berbasis lingkungan. Konservasi, lanjutnya, membutuhkan kemitraan, baik untuk pengelolaan kawasan hutan untuk keperluan wisata alam, serta penonjolan kearifan lokal khususnya hukum sosial yang berlaku di masyarakat lokal. 
"Kegiatan pemanfaatan alam untuk pariwisata harus bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Sulawesi Utara, namun aspek kelestariannya harus tetap diperhatikan, ujar dia. 

Konsep tentang lembaga konservasi dan taman nasional harus berorientasi dan terintegrasi dengan program pengembangan wilayah agar masyarakat sekitar kawasan mendapatkan hasil yang nyata dalam hal perekonomian. Hal ini juga sebagai upaya pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. (*)

BERITA REKOMENDASI