Sandiaga Uno Dorong Sektor Pariwisata Jadi Sentar Vaksinasi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno berharap agar Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Borobudur, Labuan Bajo dan Danau Toba serta Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) serta 5 Destinasi Super Prioritas menjadi sentra vaksinasi bagi pelaku industri pariwisata.

“Kami mendorong juga STP Pariwisata, Badan Otorita Pariwisata seperti Labuan Bajo Borobudur dan Danau Toba dan 5 destinasi super prioritas untuk menjadi sentra vaksinasi untuk pelaku pariwisata,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno, pada acara weekly press briefing secara virtual di Jakarta, Senin (12/07/2021).

Sandi mencontohkan, pada minggu lalu STP Bandung bekerja sama dengan PHRI, pemerintah daerah menjadi tempat vaksinasi untuk 2.000 orang pelaku industri dan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mempercepat vaksinasi serta menekan laju penyebaran virus corona.

“Untuk mempercepat vaksinasi, pekan lalu Vaksinasi untuk pelaku pariwisata telah kita lalukan di STP Bandung yang menyentuh 2.000 orang,” tegasnya.

Sementara untuk daerah destinasi yang akan menjadi sentra vaksinasi menurut Sandi sangat bagus. Seperti yang dilakukan di Gunungkidul DIY, vaksinasi dilakukan di dekat pantai, sehingga yang di vaksin maupun tenaga medis yang memvaksin mendapatkan pemandangan yang segar.

“Destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif bisa juga mengajukan sebagai csentra vaksinasi, kan ada cukup viral seperti sentra pariwisata di Gunungkidul yang saya sudah angkat di sosial media saya, itu sangat cerdas dan sangat cantik menggunakan destinasi wisata sebagai sentra vaksinasi ini, dari menghibur para penerima pasien dengan memanjakan mata tapi juga harusnya bisa beristirahat dengan fasilitas pariwisata tersebut,” ujarnya.

Menyinggung tentang dampak PPKM Darurat baik untuk Jawa Baki dan Luar Jawa Bali untuk sektor pariwisata Sandi mengatakan, hal ini pasti memukul 34 juta pelaku di sektor pariwisata, karena terpaksa menutup tempat wisata. Meski demikian Kemenparekraf terus berkoordinasi dan berkonsolidasi serta harus tetap optimis, tidak hanya bisa bertahan di dalam situasi ini tetapi juga mengambil peluang untuk bisa bangkit lagi.

“Terkait kebijakan penerapan PPKM darurat ini, terus kami koordinasikan, kami konsolidasikan dan kondisi ini pasti memukul seluruh kehidupan masyarakat dan terutama di sektor pariwisata dan kita harus optimis bahwa kita bukan hanya mampu bertahan tapi justru bisa mengambil peluang untuk bangkit dari kesulitan,” tegasnya.

Namun Sandi mengatakan, bila pemerintah memperpanjang PPKM Darurat yang semula hanya berakhir 20 Juli 2021, maka Kemenparekraf berharap agar pemerintah mengevaluasi dan memikirkan matang-matang lagi. Bila hal tersebut terjadi, maka langkah Kemenparekraf antara lain, mendorong percepat vaksinasi, perluasan Testing, Trising dan Treatment serta paya untuk menetapkan dan mendisiplinkan untuk menjalankan 5 M.

“PPKM darurat ini hingga 20 Juli 2021, kita harapkan dapat efektif menurunkan laju pengeluaran varian Delta terutama di Jawa Bali dan sekarang menyebar ke beberapa daerah. Jika PPKM darurat diperpanjang kami mengantisipasi keputusan itu tentunya akan dievaluasi dan dipikirkan matang-matang,” tegasnya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI