Sandiaga Uno Jalani Vaksinasi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Tepat 6 bulan setelah terpapar Virus Covid-19, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menerima suntikan vaksin. Vaksinansi ini dilakukan bersama dengan para pelaku ekonomi kreatif subsektor musik, fesyen dan film yang memiliki aktivitas frekuensi tinggi, berkumpul atau berkerumun serta berinteraksi dengan publik di wilayah DKI Jakarta. Sedangkan vaksinnya yang disuntikkan tersebut adalah Astrazeneca.

“Tepat 6 bulan yang lalu saya positif Virus Corona, atas saran dokter hari ini saya dapat suntikan pertama Vaksin AstraZeneca yang expired date-nya Juni, jadi masih berlaku. Sebagai manusia awal deg-degan mau di vaksin ini, Alhamdulillah tidak ada sama sekali keluhan,” kata Sandiaga Uno pada acara Sentra Vakstinasi untuk pelaku ekonomi kreatif di Jakarta, Selasa (08/06/2021).

Sandi mengaku tidak merasakan efek samping setelah menerima vaksinasi. Saat skrining, kondisi kesehatan Sandiaga terpantau normal dan diperbolehkan menerima vaksin oleh dokter. Serta untuk menghilangkan rasa cemas untuk disuntik dengan bercanda dengan awak media.

“Saya tidak merasakan efek apapun setelah disuntik vaksin. Sudah 15 menit, saya tidak merasakan efek apa pun,” kata Sandi.

Sentra vaksinasi yang dimulai pada 8-11 Juni tersebut menargetkan pemberian vaksin pada 4.000 orang dari pelaku usaha ekonomi kreatif. Penyelenggaraan vaksinasi merupakan hasil kolaborasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Alodokter, Neo Soho Central Park, dan rumah sakit swasta grup Bunda Medik Healthcare System (BMHS).

Dikatakan, dari 34 juta pekerja di sektor parekraf, baru sekitar 3 persen yang sudah di vaksin. Untuk itu Sandi berharap agar semua pekerja di sektor ekonomi kreatif yang ada di berbagai destinasi wisata di seluruh Indonesia agar divaksin.

Dikatakan, bila semua pelaku ekonomi kreatif sudah di vaksin, maka sektor ini diharapkan bisa menjadi lokomotif ekonomi sehingga bisa mendorong dan memulihkan perekonomian nasional.
Sandiaga berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M sebagai pencegahan Covid-19, mengingat saat ini data konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia kembali merangkak naik.

“Kita malah menemukan klaster yang memprihatinkan, seperti di Kudus dan Bangkalan. Di Jakarta Barat tadi disebutkan keterisian ICU 63 persen, isolasi mandiri 55 persen,” kata Sandiaga.

Selain berpesan kepada masyarakat, Menparekraf juga meminta agar para pelaku usaha mematuhi protokol kesehatan dalam membuka usaha mereka. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI