Sanggar Sekar Manggis, Pegiat Karawitan dan Beksa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sekar Manggis (SM) merupakan perkumpulan pecinta dan penggiat budaya karawitan (gamelan) serta beksa (menari Jawa), yang anggotanya khususnya dari Smapurdesa yang berada di Yogyakarta. Smapurdesa ialah nama alumni yang berupa akronim dari SMAN Purworejo Delapan Satu, artinya alumninya merupakan kelulusan tahun 1981.

Penjelasan ini disampaikan Sekretaris Sanggar SM Wiwin Erni Siti Nurlina dalam wawancara jarak jauh dengan KR JOGJA. com, Sabtu (08/08/2020). Menurut Wiwin, Sanggar SM, yang berdasarkan konsep sosial dan menggalang persaudaraan, merupakan wadah komunitas seni yang bertujuan melestarikan budaya Jawa yang adi luhung. “Untuk itu, SM menerima anggota yang asalnya dari Purworejo yang berada di Yogyakarta,” jelasnya.

Pelatihan SM dilakukan secara rutin di Bulaksumur G11 setiap hari selasa sore. Namun, apabila SM akan pentas, kemudian pelatihan ditambah jadwalnya. Untuk pelatihan beksa, dilaksanakan di rumah ketua SM, Desa Mudal, Ngaglik, Sleman.

Sejak bulan Maret 2020 sampai sekarang, sanggar SM berhenti total dalam pelatihan, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selaras dengan protokol kesehatan dari pemerintah. Sebetulnya sudah sangat rindu untuk menabuh gamelan.

Menurut Wiwin berinisiatif dan berencana untuk melakukan pelatihan kembali dengan menata tempat dan alat gamelan untuk jaga jarak. Rencana akhir Agustus 2020 sesuai peraturan Pemerintah DIY, SM akan mulai pelatihan.

“Yang jelas, SM selalu berharap dan berusahan tetap eksis sebagai wadah komunitas seni budaya Jawa,”terangnya. (War)

 

BERITA REKOMENDASI