Santunan BPJS TK Diharapkan Ringankan Korban Tsunami

Editor: KRjogja/Gus

SERANG, KRJOGJA.com – Jumlah total pengajuan klaim untuk tahun 2018 secara nasional adalah sebanyak 2,15 juta dengan nilai klaim mencapai Rp24,05 triliun. Khusus untuk kasus kecelakaan kerja, sepanjang tahun yang sama tercatat sebanyak 173 ribu pengajuan klaim dengan nilai klaim sebesar Rp1,22 Triliun.

"Bencana dan musibah yang terjadi sepanjang tahun 2018 memang merupakan hal yang perlu diperhatikan, terutama dari sisi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Krishna Syarif usai menyerahkan santunan kepada ahli waris korban tsunami di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Banten, Rabu (9/1/2019).

Setelah menyerahkan santunan ia melakukan kunjungan ke pasien korban bencana tsunami di RSUD Drajat Prawiranegara Serang. Melihat keadaan itu, Krishna berharap semoga ke depannya perlindungan dan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan dapat dirasakan oleh seluruh masyrakat pekerja di Indonesia. 

"Saya berharap santunan yang kami sampaikan ini dapat mengurangi beban ahli waris serta dapat dijadikan modal awal untuk menata kembali kehidupan pasca musibah yang menimpa," tutur Krishna.

Musibah bencana tsunami pada 22 Desember 2018 telah meninggalkan duka di hati para korban dan keluarga, salah satunya dialami keluarga almarhum Ocang yang terkena tsunami saat sedang bertugas di Tanjung Lesung. Almarhum ketika terjadi tsunami sedang bertugas melakukan pekerjaannya selaku engineering di hotel Tanjung Lesung, Banten. 

Kisah menyentuh lainnya dialami Ade Firman, yang berjuang antara hidup dan mati saat tergulung ombak tsunami, yang juga pada saat yang sama sedang melakukan pekerjaannya. Akibat dari kejadian itu, dirinya menderita patah tulang dan luka luka di sekujur tubuhnya.

Kejadian nahas ini, selain mengakibatkan dirinya cidera, juga menyebabkan terhentinya penghasilan untuk keluarga dan harus menunggu sampai kesehatan Ade pulih kembali. Beruntung perlindungan BPJS TK hadir membantu para peserta korban, baik berupa santunan bagi ahli waris korban, juga dalam bentuk pelayanan di jaringan Rumah sakit Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 7.981 unit PLKK. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI