Sarkem Festival Tunjukkan Eksistensi Pasar Kembang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama dua hari, Sabtu – Minggu (03-04/04/2021), Jalan Pasar Kembang (Sarkem) menunjukkan eksistensinya. Melalui ajang Sarkem Festival, citra positif bernuansa seni budaya kembali ditonjolkan guna mereduksi stigma negatif yang melekat di kawasan tersebut.

“Kami harap masyarakat bisa melihat Pasar Kembang ini tidak hanya sebagai tempat lokalisasi. Bahwa dari sini, sebenarnya banyak sejarah dimulai. Potensi seni budaya cukup besar namun belum terekspose maksimal,” ungkap Ketua Panitia Sarkem Festival Arief Efendi, di sela pembukaan di Loko Coffee, Sabtu (03/04/2021).

Sejumlah kegiatan yang digelar selama dua hari kemarin antara lain seni musik, tari, pameran UMKM hingga atraksi budaya. Event serupa pertama kali digelar pada tahun 2019 lalu dengan gotong royong dan swadaya masyarakat di sana. Akan tetapi tahun ini mendapat sokongan dari Pemkot Yogya sehingga menjadi momentum sinergi masyarakat dan pemerintah untuk bangkit di tengah pandemi.

Meski bersifat pertunjukan, namun penyelenggaraan Sarkem Festival tetap mengedepankan protokol kesehatan. Yakni dengan mengkombinasikan sistem daring maupun luring. Arief mengaku, tahun ini pihaknya mengangkat tema ‘Menyapa Rasa, Menggapai Martabat’.

Hal itu selaras dengan diselenggarakannya Sarkem Festival yang rencananya akan dijadikan agenda tahunan guna mengangkat citra positif kawasan setempat sekaligus mendukung industri pariwisata. Apalagi keberadaan Sarkem juga tidak bisa dipisahkan dari Malioboro karena berbatasan langsung.

“Sarkem telah melalui sejarah panjang. Diselenggarakan di tengah pandemi ini berat, tapi tidak membuat kami patah semangat. Justru, ini momentum untuk bangkit bersama masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Sementara Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, mengaku Pasar Kembang telah ramai diketahui publik sejak zaman kolonial Belanda. Pembangunan dan pengembangan sarana transportasi kereta api pun lekat kaitannya dengan Sarkem. Hal ini karena pada masa silam, Pasar Kembang yang dikenal dengan nama Balokan mempunyai peran vital sebagai pusat penyimpanan material pembangunan.

“Dari situ arus transportasi menuju serta keluar dari Yogya semakin ramai,” jelasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI