Satgas Covid-19 Ajak Masyarakat Liburan Aman Tanpa kerumunan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan selama liburan panjang pada akhir Oktober 2020. Liburan yang aman dan nyaman tanpa kerumunan ,

Hal tersebut diungkapkan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Jakarta, Senin (19/10 2020) usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui telekonferensi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengharapkan liburan panjang tidak menyisakan lonjakan angka Covid-19 sebagaimana terjadi pada Agustus lalu.

“Satgas Covid-19 akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi gelombang pemudik saat libur panjang. Kerja sama antara pusat dan daerah didukung oleh seluruh komponen tentunya menjadi salah satu cara kerja kita yang paling efektif. Liburan yang aman dan juga yang nyaman tanpa kerumunan. Artinya harus betul-betul mematuhi protokol kesehatan,” kata Doni.

Mantan Danjen Kopassus itu menambahkan, sejumlah lokasi wisata sudah ramai akhir-akhir ini. Salah satunya ialah kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Doni mengaku berencana menggandeng pengelola wisata untuk menekan angka pertumbuhan Covid-19 di Tanah Air yang sejauh ini sudah terkendali. “Pemerintah bekerja sama dengan pengelola wisata untuk dilakukan pembatasan jumlah pengunjung baik di lokasi wisata maupun restoran,” kata Doni.

Secara terpiah Juru Bicara Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih menambahkan, terjadi penambahan 18 kasus positif Covid-19 di DIY Senin (19/10/2020). Adanya penambahan kasus tersebut, membuat angka positif Covid-19 di DIY bertambah menjadi 3.343 kasus.

Kabupaten Sleman masih mendominasi sebaran kasus dengan menambahkan kasus sebanyak 10 kasus, dan Yogyakarta sebanyak 1 kasus, Bantul 7 Kasus, dan Kulon Progo, serta Gunungkidul untuk hari ini nihil. Sementara untuk penambahan kasus sembuh di DIY sebanyak 75 kasusm adapayn total pasien sembuh sebanyak 2690 pasien.

Saat disinggung mengenai penambahan kasus positif yang muncul dari klaster perusahaan telekomunikasi di Kabupaten Sleman, Berty menyebut sampai saat ini total yang positif dari klaster tersebut sebanyak 95 kasus. “Kasus positif dari klaster perusahaan telekomunikasi menjadi 95 kasus,” tegas Berty. (Ati/Tom)

BERITA REKOMENDASI