Satgas Covid-19 Ingatkan Masyarakat Aman, Imun, Iman

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kewajiban kita untuk menjaga keamanan dengan mematuhi protokol kesehatan juga wajib meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta wajib meningkatkan imunitas tubuh kita.

Demikian Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyosialisasikan rumus Aman, Iman dan Imun kepada pondok pesantren dan santri. Hal itu disampaikan Doni saat menggelar diskusi virtual bersama pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah KH Sofwan Manaf,  Jakarta ,Jumat (16/10).

Aman merupakan salah satu kunci agar selamat dari Covid-19. Mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan, dan cuci tangan sesering mungkin, merupakan rumus amani. “Kalau tidak ada tempat cuci tangan yang layak bisa menggunakan hand sanitizer,” kata Doni.

Iman juga harus diterapkan masyatakat untuk jauh dari Covid-19. “Kita harus bersabar, kita bersabar menghadapi musibah ini. Dengan bersabar diharapkan kita bisa mengendalikan diri,” katanya.

Masyarakat harus menjalankan rumus Iman, yaitu meningkatkan imunitas di tengah pandemi ini. Caranya seperti olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, memakan vitamin dan hati harus riang gembira.

“Manakala metode kewajiban kita untuk menjaga keamanan dengan mematuhi protokol kesehatan juga wajib meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta wajib meningkatkan imunitas tubuh kita, maka kita semuanya insyaallah akan terhindar dari musibah Covid ini,” pungkasnya.

Pemerintah memberikan update jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia. Jumlah kasus positif baru corona masih terus bertambah banyak. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, update hingga Jumat(16/10) ada tambahan 4.301 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 353.461 kasus positif corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 3.883 orang sehingga menjadi sebanyak 277.544 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 79 orang menjadi sebanyak 12.347 orang.

Tingginya tambahan kasus positif corona, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah corona, dimulai dari menekan angka penularan. Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan pakai sabun bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus corona sebesar 35%.

Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus corona hingga 45% kalau memakai masker kain. Sementara kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%.

Sementara di Yogyakarta untuk laporan jumlah kasus sembuh hingga Sabtu (18/10/2020) mengalami penambahan sebanyak 48 kasus. Sehingga total yang sembuh COVID-19 di DIY saat ini menjadi 2.551 orang. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Sebaran kasus sembuh COVID-19 di DIY hari ini terdiri dari Kota Yogyakarta dengan 8 kasus, Kabupaten Bantul 22 kasus, Kabupaten Kulon Progo 12 kasus, Kabupaten Gunungkidul 3 kasus dan Kabupaten Sleman dengan 3 kasus. Sedangkan untuk pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia hari ini tidak ada.

Hingga hari ini, jumlah total suspek di DIY saat ini mencapai 13.382 orang. Dari 13.382 orang itu, 3.285 dinyatakan positif confirm COVID-19 dengan rincian 2.551 sembuh dan 85 meninggal. Sedangkan untuk kasus aktif saat ini mencapai 649 kasus dengan case recovery rate 77,66 persen dan case fatality rate 2,59 persen.

Terkait ketersediaan tempat tidur (TT) pasien COVID-19 di DIY, Berty menyebut masih banyak karena untuk pasien positif COVID-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) tidak wajib menjalani isolasi di RS. “Penggunaan tempat tidur RS rujukan COVID-19 di DIY hari Sabtu (17/10/2020), untuk TT critical ketersediaan ada 48 dan penggunaan 25. Sehingga saat ini sisa 23 TT,” kata Berty.

Sedangkan jumlah tempat non critical juga masih tersedia. Berty menyebut hingga hari ini jumlahnya masih mencapai ratusan tempat tidur. Jumlah itu berasal dari 27 RS rujukan COVID-19 di DIY. “Untuk tempat tidur yang non critical, ketersediaan ada 404 tempat tidur, penggunaan 150 tempat tidur. Sehingga sisanya 254 tempat tidur,” ucapnya. (Tom/Ati)

 

BERITA REKOMENDASI