Sebagai Penyumbang Devisa, Negara Wajib Lindungi PMI

JAKARTA, KRJOGJA – Kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ke Malaysia menemui para pekerja migran Indonesia (PMI) di Sony Company dan melakukan dialog. Bahkan, mengapresiasi PMI sebagai penyumbang devisa negara. 

Karena itu, kata mantan anggota DPR RI ini, negara wajib memberikan perlindungan terhadap PMI. "Dan saat ini kita sudah punya Undang-Undang yang lebih baik untuk memastikan perlindungan terhadap PMI yaitu Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia" kata Ida Fauziyah dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Ida juga menyampaikan beberapa program dari pemerintah terkait dengan pemberdayaan untuk purna-PMI, seperti program Desa Migran Produktif (Desmigratif), pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mantan PMI, dan lain-lain. "Tentu ibu-ibu dan mbak-mbak semua akan pulang kampung dan menjadi wirausaha" tuturnya. Para pekerja yang semuanya perempuan menyambut baik kunjungan ini. 

Selain itu, mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai keluhan dan masukan kepada pemerintah RI. Salah satu PMI asal Malang meminta kepada pemerintah untuk menghapus sistem kerja kontrak. Sedang PMI asal Lombok meminta kepada pemerintah untuk mempermudah permodalan usaha bagi purna-PMI.

Pada pertemuan yang dihadiri lebih dari 200 PMI itu, Ida Fauziyah berpesan kepada PMI di Malaysia untuk membentengi diri dari pengaruh ideologi dan pemikiran yang membahayakan kehidupan bangsa. "Jangan ikut ideologi dan pemikiran keagamaan yang radikal, karena bertentangan dengan Pancasila," pintanya.

Tidak ketinggalan Ida juga meminta para PMI menjadi duta bela negara untuk menebarkan nasionalisme dan semangat cinta tanah air. Selain itu ia meminta para PMI berperan menjadi duta wisata untuk mempromosilkan potensi pariwisata Indonesia. (Ful)

BERITA REKOMENDASI