Sekolah Kebanjiran, Siswa Belajar di Rumah

JAKARTA, KRJOGJA.com -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengijinkan siswa belajar di rumah jika sampai Senin (6/1 2020) kondisi sekolah masih terkena banjir.
Kita (Kemdikbud _red) sudah mengirimkan paket bantuan ke sekolah-sekolah yang terdampak banjir.

Demikian Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Ainun Na'im,ketika dihubungi KRJOGJA.com. Menurutnya
 paket bantuan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak banjir sudah dikirim oleh tim Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah sejak Kamis (2/1).

"Sudah sejak kemarin berangkat menyalurkan paket bantuan, khususnya mendukung proses pembelajaran, termasuk ke sekolah-sekolah di Kabupaten Lebak, Banten," kata Ainun.

"Karena saat ini masih memasuki musim libur sekolah, (banjir) tidak mengganggu aktivitas pendidikan. Jika kondisi masih banjir, sekolah boleh meliburkan siswanya," ucapnya.

Sekolah yang terdampak banjir dan mengalami kerusakan bisa mengajukan perbaikan dengan cara mengajukan proposal bantuan kepada Dinas Pendidikan.

"Untuk perbaikan sekolah yang terdampak banjir bisa melalui dana tak terduga yang disiapkan pemerintah daerah. Prosesnya nanti sekolah bisa mengajukan proposal sehingga bisa dilakukan perbaikan," kata Ainun.

 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkoordinasi dengan dinas-dinas pendidikan untuk menangani dampak bencana banjir terhadap kegiatan belajar di sekolah.

 "Berkoordinasi dengan dinas pendidikan sejak awal tahun ketika terjadi banjir," katanya.

Ainun menambahkan, perguruan-perguruan tinggi juga sudah bergerak untuk membantu warga di daerah-daerah banjir.(ati)

 

BERITA REKOMENDASI