Sektor Properti Potensial Serap Dana Amnesti Pajak

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Sektor properti harus bisa memanfaatkan dana repatriasi dari kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang jumlahnya Rp 1.000 triliun baik dari repatriasi maupun deklarasi. Dana tersebut bisa digunakan untuk membangun perumahan yang sangat dibutuhkan masyarakat dan mengatasi kredit macet di industri perbankan.

“Sektor property harus bisa menyerap dana dari program tax amnesty ini,” ungkap Dirut PT Karya Propertindo Konsultan (PT KPK) Firdaus Banu Saputro.

Menurut Firdaus, dana yang terserap dari program tax amnesty cukup besar dan bisa digunakan untuk menggerakkan perekonomian, salah satunya adalah bisnis property. “Bisnis property akan bergerak jika bisa memanfaatkan dana tax amnesty,” katanya.

Bisnis property tidak hanya pembangunan dan penjualan rumah-rumah baru saja, tetapi juga rumah-rumah second yang disebabkan oleh kredit macet. “Banyak kredit perumahan yang macet. Ini membuat kerugian bagi bank karena NPL naik,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang memiliki kredit perumahan bermasalah, Firdaus mengingatkan, untuk tidak khawatir karena pihaknya bisa memberi solusi untuk menyelesaikan masalah cicilan rumah yang dimiliki. (*)

BERITA REKOMENDASI