Selama Empat Tahun BPKH Raih Opini WTP

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk keempat kalinya. Opini WTP yang diterima BPKH berturut-turut ini semenjak tahun 2018.

Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan BPKH Tahun Anggaran 2021 tersebut diterima Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu, di auditorium BPK. Dalam pernyataannya, Anggito menekankan, opini WTP ini sangat penting sebagai bukti amanah kepercayaan umat, bahwa dana haji dikelola secara akuntabel, transparan dan penuh kehatian-hatian sesuai ketentuan yang berlaku.

Audit yang dilakukan BPK, kata Anggito, menunjukkan, pengelolaan dana haji selalu diawasi ketat, sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan mampu memberi nilai manfaat untuk membiayai penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.

“Dengan pengelolaan keuangan haji yang baik, dipastikan dana haji aman, likuid, serta siap dipakai kapan saja untuk keperluan haji,” tegas Anggito sebagaimana keterangan pers yang disampaikan Divisi Komunikasi dan Humas BPKH, Selasa (28/6/2022).

Anggito berterimakasih kepada seluruh jajaran BPKH yang selama ini bekerja keras mengelola dana umat, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut. “Apresiasi saya untuk seluruh jajaran BPKH yang memungkinkan kita meraih opini WTP empat kali beruntun. Ini bukan usaha yang mudah, tapi harus kita pertahankan,” ucapnya.

Hadir pula dalam acara penerimaan ini Plt Anggota V BPK RI Isma Yatun, Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi dan Anggota Badan Pelaksana Bidang Keuangan BPKH Acep R Jayaprawira. Acep mengakui kontribusi BPK untuk memastikan pengelolaan dana haji selalu berada di rel yang benar.

Di tahun 2021, saldo dana haji yang dikelola BPKH mengalami kenaikan sebesar 9,58 persen dari yang sebelumnya sebanyak Rp 144,91 triliun di tahun 2020, menjadi Rp.158,79 Triliun. Hal ini mempengaruhi aset BPKH di tahun 2021 di mana tercatat juga mengalami kenaikan 10,17 persen.

Selain itu, perolehan nilai manfaat juga mengalami kenaikan menjadi Rp10,50 triliun di tahun 2021, dari tahun sebelumnya. Di tahun 2020, BPKH memperoleh nilai manfaat sebesar Rp 7,43 triliun. Perolehan ini kemudian dimanfaatkan BPKH untuk terus bertanggung jawab dalam melakukan pengelolaan dana haji dengan memegang teguh asas syariah dan transparansi. (Obi)

BERITA REKOMENDASI