Selama Ramadhan, Target Zakat Dipathok Rp 3 T

JAKARTA, KRJOGJA.com – Selama Ramadhan 1439 Hijriyah Badan Zakat Nasional (BAZNAS) se-Indonesia menargetkan penghimpunan zakatmencapai Rp 3 triliun, atau hampir 30 persen dari target nasional selama 2018 yang sebesar Rp 8 triliun.

Sementara, BAZNAS Pusat pada bulan suci ini, menurut Deputi BAZNAS M Arifin Purwakananta, menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp 54 miliar dari target setahun yakni Rp 200 miliar. "Kami optimistis dapat mencapai target itu karena masyarakat Indonesia gemar melakukan donasi saat bulan Ramadhan," tuturnya di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Selain itu, imbuhnya, ada hitungan haul berapa zakat yang biasanya dibayarkan pada bulan Ramadhan. Tren pembayaran zakat dalam beberapa tahun terakhir, ujar Arifin, terus meningkat. Jika sebelumnya, rasio antara pembayaran zakat karena peraturan dengan kesadaran sendiri masih 50:50.

"Sekarang yang bayar zakat karena peraturan tinggal 20 persen. Selebihnya karena kesadaran," tutur Arifin dengan menyebutkan, BAZNAS menyiapkan program-program Ramadhan 1439 H untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berzakat (muzaki) maupun kaum yang layak dibantu (mustahik).

Untuk program penyaluran, disiapkan berbagai program meliputi paket Ramadhan Bahagia (PRB), Hidangan Berkah Ramadhan, Masjid Cemerlang dan Buka Puasa dengan ribuan anak yatim. Selain itu, Tim juga telah menyiapkan Program Pesantren RamYears sehat dari Rumah Sehat BAZNAS, Aksi Layanan Aktif BAZNAS dan Pameran produk Pemberdayaan.

Target penyaluran zakat pada Ramadhan tahun ini di BAZNAS Pusat mencapai Rp 22 miliar untuk 57 ribu mustahik yang akan menerima manfaatnya.
BAZNAS juga akan menyalurkan zakat melalui program-program pemberdayaan yaitu Zakat Community Development (ZCD), program microfinance, dan Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (PEM).

Selain penyaluran, kata Arifin, BAZNAS juga berfokus pada layanan kemudahan pembayaran zakat dengan memperbanyak kanal pembayaran digital.Layanan ini mengacu pada perilaku berzakat masyarakat Indonesia malalui BAZNAS, dimana sebanyak 70 persen menggunakan fasilitas digital.

"Kanal digital BAZNAS yang digunakan para muzaki tersebut antara lain melalui digital banking channel yakni transfer ATM, mobile banking, internet banking, sms banking," pungkas Arifin. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI