Semangat Bersatu Bangsa Mentransendensikan Perbedaan

Editor: Agus Sigit

KUPANG, KRJOGJA.com– Meski memiliki beragam budaya dan ratusan bahasa, suku-suku di Indonesia bermufakat membentuk satu identitas kebangsaan yang sama. Dimotori peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928, kesadaran tentang perbedaan tidak menjadi dasar menciptakan sekat-sekat sosial. Kesadaran tersebut justru ditransformasikan menjadi semangat untuk bersatu mendirikan negara Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof Yudian Wahyudi di hadapan ratusan pemuda dan tokoh masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula El Tari Kupang, Kamis (10/12). Turut hadir Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Pimpinan Forkopimda Provinsi, dan seluruh kepala dinas SKPD Provinsi NTT.

Prof Yudian menambahkan bahwa transendensi atas perbedaan membuat bangsa Indonesia patut berbangga di hadapan bangsa-bangsa lain. “Tidak semua negara besar yang heterogen memiliki bahasa nasional tunggal pemersatu seperti bahasa Indonesia,” terangnya.

Yudian berharap para pemuda di NTT, terutama purnapaskibraka yang ditetapkan sebagai Duta Pancasila mampu meneladani semangat persatuan ini dan mempraktikkan nilai-nilai kebangsaan dalam laku hidup sehari-hari.

Sejalan dengan pesan Yudian, Viktor Laiskodat juga menekankan pentingnya menghidupkan semangat persatuan nasional tanpa harus menihilkan identitas lokal. “Kemampuan mempertahankan budaya dan kekhasan daerah seperti ikat dan industri peternakan justru bisa memberikan dampak positif meningkatnya kesejahteraan masyarakat lokal,” tegas Viktor. (Feb)

 

BERITA REKOMENDASI