Semesta Berkontribusi untuk Negeri Diluncurkan, Ini Maksudnya

Tetapi ada sekitar 15 persen orang tua yang ingin dibuka kembali pembelajaran tatap muka. Di antara pertimbangannya adalah kasihan anaknya merasa tertekan atau stres dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Dia menegaskan sekolah masih menunggu kebijakan resmi pemerintah pusat atau pemerintah daerah untuk PTM Juli mendatang.

School Counsellor Sekolah Semesta sekaligus Penanggung Jawab program SBUN Anisa Handayani mengatakan dalam pembelajaran jarak jauh memang berpotensi membuat siswa siswa stres. Untuk itu dia menganjurkan supaya guru bisa melakukan deteksi dini terhadap siswanya. ’’Perlu ada upaya preventif supaya siswa tidak sampai stres,’’ katanya.

Kemudian guru juga harus bisa mendampingi siswanya yang kedapatan menunjukkan gejala bosan atau stres mengikuti pembelajaran jarak jauh. Guru harus memiliki banyak cara menghadirkan pembelajaran yang tidak membosankan.

’’Melalu program SBUN kami akan berbagi cara-cara atau tips menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan di tengah pandemi,’’ paparnya.

Rencananya kegiatan ini digelar selama dua bulan pada Maret-April depan. Kegiatan digelar secara online setiap akhir pekan. Menghadirkan pembicara dari para ahli. Sekaligus pengalaman dari guru serta orang tua dalam mendampingi anaknya. Dia menegaskan kegiatan SBUN itu digelar secara gratis dan terbuka untuk semua warga.

Waktu itu ada pengumuman dari pemerintah sekolah di daerah dengan tingkat risiko penularan Covid-19 rendah boleh kembali tatap muka. Tetapi ternyata karena kondisi pandemi Covid-19 yang tidak menentu kebijakan tersebut berubah kembali. Sekolah sampai sekarang belum bisa menjalankan PTM.

Sekolah yang baru saja membuka cabang non asrama di daerah Candi Golf Semarang ini  memberikan fasilitas bimbingan dari divisi guidance dan career Planner. Divisi ini sangat bermanfaat untuk mendukung pembelajaran daring seperti saat ini. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI