Seminggu Terakhir Banyak Gempa Bumi di Indonesia, Benarkah Sinyal Gempa Besar?

Editor: Agus Sigit

JAKARTA, KRJOGJA.com – Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan, banyaknya gempa susulan tidak berarti akan mengarah kepada kejadian gempa besar.

“Gempa susulan jika banyak terjadi tidak mengarah kepada kejadian gempa besar, tetapi meluruh dan tidak terjadi lagi,” ujar Daryono ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (17/1).

Daryono menjelaskan, gempa susulan biasanya terjadi memiliki kekuatan atau magnitudo yang lebih kecil dari gempa utama. Gempa susulan juga akan semakin mengecil kekuatannya dan semakin jarang terjadi. “Jadi makin lama akan makin mengecil kekuatannya dan makin jarang terjadi hingga kemudian stabil dan normal kembali,” katanya.

Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami beberapa kali gempa bumi, yaitu gempa bumi magnitudo 6,6 pada Jumat (14/1) lalu yang memiliki episenter 53 kilometer Barat Daya Sumur di Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan kedalaman 40 kilometer. BMKG mencatat sampai esok harinya pukul 12.00 WIB terjadi 33 kali aktivitas gempa susulan usai
gempa utama.

Sehari setelahnya, Sabtu (15/1), juga terjadi gempa bumi magnitudo 4,1 dengan pusat gempa 23 kilometer Tenggara Bangkalan di Jawa Timur pada kedalaman 14 kilometer. Gempa kembali terjadi, Senin (17/1) pukul 07.25 WIB dengan magnitudo 5,4 dan pusat gempa berada di laut 84 kilometer Barat Daya Bayah, Banten.

Daryono memastikan bahwa ketiga gempa itu tidak memiliki keterkaitan satu dengan lainnya, mengingat Indonesia memiliki sumber gempa yang banyak yaitu lebih dari 295.

“Jika terjadi gempa berdekatan jaraknya atau waktunya berdekatan itu faktor kebetulan saja, tidak ada hubungannya. Tidak ada saling picu dan tidak ada rambatan gempa,” ujarnya. (KR)

BERITA REKOMENDASI