Semoga Presiden Diberikan Keberanian Menguak Kasus Novel

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sudah lewat 600 hari peristiwa penyerangan yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan berlangsung. Namun, hingga saat ini pelaku penyerangan belum juga terungkap.

Menanggapi hal ini, Novel pesimistis perkaranya tidak akan diungkap karena sudah lewat 600 hari belum juga ada kabar baik.

“Saya yakin perkara penyerangan terhadap saya tidak akan diungkap, dan sampai sekarang tetap demikian,” ucapnya kepada media, Kamis (6/12/2018).

Padahal menurutnya, kasus tersebut harus sesegera mungkin diungkap. Karena bukan hanya menyangkut kepentingan diri sendiri, namun juga lembaga yang ditempatinya.

“Tetapi merupakan serangan terhadap pemberantasan korupsi, apa lagi serangan ini bukan pertama kali, dan ada beberapa pegawai KPK lainnya yang juga diserang, dan itu semua tidak diungkap,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Novel masih akan terus menagih Presiden RI agar bisa sesegera mungkin membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

“Presiden sempat merespons akan membentuk tim (TGPF), tetapi hal itu tidak juga diwujudkan,” tukasnya.

“Semoga presiden kita diberi keberanian untuk ungkap siapapun pelaku penyerangan, kenapa saya katakan Presiden? Sebab ketika aparatur dibawahnya bekerja, lalu ada kebuntuan karena ada faktor non formal, maka presiden diharapkan bisa menyelesaikan,” tegasnya.

Perihal janji Presiden itu, dia dan kawan-kawan seperjuangan antikorupsi akan terus menyuarakan suaranya agar penyerangan kasus yang menimpa aktivis antikorupsi bisa dibongkar.

“Semua penyerangan terhadap KPK diusut atau dibongkar, karena saya dan kawan memandang hal itu sama pentingnya dengan upaya pemberantasan korupsi itu sendiri,” pungkasnya.(*)

BERITA REKOMENDASI