Serem! Epidemiolog Prediksi Kasus Omicron 2 Kali Lipat dari Delta Pada Februari

JAKARTA – Puncak kasus Covid-19 varian omicron diprediksi bakal terjadi awal Februari atau Maret 2022. Bahkan, kenaikan kasus Omicron bisa dua kali lipat dari Delta.

“Dan ingat juga kita negara kepulauan. Jadi, mungkin Jawa Bali duluan nanti ada di Sumatera atau Sulawesi. Ini karakteristik geografi kita yang akan mewarnai pola kurva pandemi gelombang ketiga kita. Dan kapannya di Februari atau Maret ini menjadi prediksi paling kuat bisa mencapai kasus sebetulnya bisa lebih banyak dari Delta. Bisa dua kali dari Delta,” kata Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman saat dihubungi, Rabu (12/1/2021).

Namun, dia menyebut bahwa Indonesia memiliki keterbatasan dalam melakukan deteksi Omicron. Sehingga kemungkinan besar kasus yang bakal terdeteksi hanya separuhnya saja. “Tapi permasalahannya adalah kita terbatas kemampuan menemukan kasus-kasus infeksi ini. Sehingga kalau pun ini pemerintah hanya bisa menemukan ya setengah dari kasus dari puncaknya Delta kemarin. Itu karena keterbatasan deteksi yang dimiliki pemerintah. Kecuali ada peningkatan yang agresif dari testing. Dan itu agak sulit menurut saya,” ujarnya.

Dicky menekankan, kemampuan deteksi menjadi masalah. Menurutnya, berbicara varian Omicron tidak hanya soal gejala yang ringan dan rendahnya angka kematian yang rendah saja. “Tapi ini bicara long Covid. Sehingga ketika itu tidak bisa kita deteksi, tidak bisa kita temukan cepat sehingga kasus-kasus kontak tidak bisa segera kita tempatkan dalam program isolasi karantina ini menjadi potensi beban atau PR di masa depan. Oleh karena itu harus menjadi perhatian bahwa penemuan kasus menjadi sangat penting,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI