Setahun COVID-19, Langkah Pemerintah Sudah Tepat Memutus Penularan

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pandemi COVID-19 sudah berlangsung setahun di Indonesia dan mengakibatkan jutaan orang terinfeksi, dan puluhan ribu meninggal dunia. Bersamaan dengan itu, berbagai langkah ditempuh pemerintah, dari mulai penerapan mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker (M3), testing, tracing, dan treatment (3T) dan sosialisasi lain, dampaknya angka kesembuhan pun ikut bertambah banyak.

Menanggapi hal itu Dokter Koko Andi Khomeini SpPD, pemilik akun @dokterkoko28, mengatakan, langkah pemerintah selama ini sudah tepat. Ia juga melihat promosi perbaikan tetap jalan. “Begitupun vaksinasi COVID-19 sudah berlangsung harus kita dukung. Ini sebagai upaya pemutusan penularan COVID-19,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Penerapan 3M dan 3T yang selama ini, menurut Koko, sudah bagus. Namun, hal itu tinggal dipercepat, dan diekskalasi. Salah satu yang perlu dipercepat adalah testing. Selama ini rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah dua juta orang dalam sehari, tapu yang masih terjadi kini perlu waktu 6-15 minggu untuk mencapai angka dua juta .

“Jadi, masih perlu dilakukan percepatan,” kata Koko seraya menyambut positif tentanh vaksinasi, seperti vaksinasi mandiri atau gotong royong yang diusung oleh usaha swasta. Dalam kaitan ini ia menyebutkan beberapa poin, pertama vaksinasi COVID-19 harus melibatkan semua pihak. Kedua, vaksinasi memiliki target sebagai upaya untuk menyehatkan bangsa dan negara, sehingga akses harus diberikan seluas mungkin.

“Ketiga, vaksin harus tersedia. Setelah vaksin tersedia, target vaksinasi harus diberikan seluas mungkin dan lebih cepat (diberikan) dan gratis,” tutur Koko. Pemerintah, imbuhnya, memang telah memberikan akses bagi usaha swasta dengan keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021. Salah satunya dilatarbelakangi oleh upaya semua pihak untuk membantu percepatan pemberantasan penyakit COVID-19 di seluruh Indonesia.

BERITA REKOMENDASI