Siap-siap! Pendaftaran CPNS Dibuka 25 Oktober 2019

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 25 Oktober 2019. Sama seperti tahun sebelumnya, pendaftaran dan seleksi akan kembali menggunakan teknologi atau berbasis digital.

 

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja di Jakarta, Rabu (16/10) mengungkapkan, penggunaan teknologi karena lebih efisien. Dari sisi biaya, pemerintah tidak perlu mengeluarkan uang banyak, sebab seluruh sistemnya berbasis digital. Jadi, tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk kebutuhan administrasi.

"Anak-anak kita sudah bisa mendaftarkan ini semua dengan media ini semua (digital)," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/10).
Dari sisi peserta juga dinilai lebih menguntungkan. Dimana peserta tidak perlu jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mendaftar karena cukup membuka PC atau laptopnya sudah bisa mendaftar. Untuk tesnya para peserta tidak perlu datang jauh-jauh ke Jakarta. Sebab, cukup datang menuju daerah terdekat sudah bisa mengikuti tes lewat Compputer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan sistem penerimaan CPNS sudah siap. BKN pun tinggal menantikan Hari H. "Insya Allah sistem sudah siap, walaupun aksesnya belum kami buka," ujar Kepala Biro Humas BKN M Ridwan.

BKN juga masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian PAN-RB. Formasi tahun ini akan memprioritaskan guru, tenaga kesehatan, tenaga teknis fungsional, dan tenaga teknis lainnya. Terdapat 541 instansi yang akan membuka formasi tahun ini. Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kahumas BKN) Mohammad Ridwan mengemukakan, total formasi yang akan dibuka dalam rekrutmen kali ini seluruhnya mencapai 197.111 dengan perincian untuk kementerian/lembaga (K/L) sebanyak 37.854 formasi dan untuk daerah sebanyak 159.257 formasi. "Namun angka-angka tersebut masih dalam tahap finalisasi," jelas Ridwan.

Mengenai belum pastinya jumlah formasi itu, Ridwan menjelaskan, pertama, formasi kementerian dan/atau lembaga harus disesuaikan dengan skema kabinet yang baru pascapelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019. Kedua, terdapat beberapa proses dalam rekrutmen CPNS dengan jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan dan tidak mungkin dipersingkat. "Proses ini antara lain meliputi masa pengumuman selama 15 hari kalender, penyampaian persyaratan pelamaran secara daring selama 10 hari kalender dan sebagainya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS,” jelas Ridwan.

Ketiga, anggaran rekrutmen dan gaji CPNS 2019 pada sebagian Kementerian, Lembaga, dan Daerah (K/L/D) kemungkinan telah dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih prioritas serta harus selesai dipertanggungjawabkan pada pertengahan bulan Desember, sehingga jika proses seleksi dipaksakan selesai pada tahun ini akan menimbulkan konsekuensi anggaran yang rumit.

Keempat, sebanyak 541 K/L/D yang akan membuka formasi CPNS tahun 2019 harus melaksanakan training dan entry formasi pada sistem daring yang baru. "Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kesalahan input yang berakibat fatal bagi calon peserta sebagaimana terjadi di beberapa tempat pada proses rekrutmen CPNS tahun 2018," kata Ridwan.

Kelima, pada akhir Desember beberapa wilayah di Indonesia Timur (Papua, Papua Barat, Maluku, NTT) akan libur lebih lama untuk melaksanakan perayaan Natal, dengan demikian proses rekrutmen tidak akan berjalan optimal di tempat-tempat tersebut. Ridwan mengimbau masyarakat agar memantau informasi resmi mengenai rekrutmen CPNS tahun 2019 melalui kanal media sosial BKN, situs web www.bkn.go.id , dan situs web atau media sosial yang dikelola oleh kementerian/leembaga/Pemerintah Daerah. (Ati)

 

 

BERITA REKOMENDASI