Sidak, Menaker Temukan Pelanggaran Ketenagakerjaan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT. Pelindo III Cabang Maumere Rabu (10/10/2018) dan Menaker menemukan sejumlah pelanggaran norma ketenagakerjaan, salah satunya adalah pembayaran upah di bawah upah minimum.

"Terkait hal itu, saya nanti kirim pengawas ketenagakerjaan serta mediator hubungan industrial ke sana biar norma-norma ketenagakerjaan ini bisa berjalan secara baik," katar Hanif dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Ia sebelumnya melakukan Sidak setelah mengunjungi manajemen dan pekerja di PT Pelindo III Maumere. Usai melakukan diskusi bersama stake holder, Hanif berkeliling ke area Pelabuhan L. Say, Maumere didampingi Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dan General Manager (GM) PT Pelindo III Cabang Maumere, Y. Andri Kartiko.

Saat melakukan sidak, Hanif berdialog dengan beberapa pekerja di pelabuhan, salah satunya Markus Bataona, Mandor Bungkar Muat Kelompok 3. Berdasarkan penuturan Markus, ada 180 orang yang dipekerjakan sebagai tenaga bongkar muat yang terbagi dalam enam kelompok. Seluruh tenaga kerja bongkar muat tersebut, terikat kontrak dengan Koperasi TBM.

Menurut Markus, rata-rata upah yang didapat tiap bulan Rp 1 juta. Ketika ada bongkar muat peti kemas besar, mereka harus bekerja sehari penuh tanpa upah lembur. "Hanya ada extra fooding sekitar 1 juta," kata Markus. Ia menyebutkan alasan rata-rata upah mereka di bawah Upah Minimum (UM) karena adanya potongan PPh-23. "Tapi nama kita tidak ada dalam daftar pembayaran PPh-23 itu," kata Markus. (Ful)

BERITA REKOMENDASI