Skema Investasi Ibukota Baru Harus Dijelaskan Gamblang

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Feri Firdaus mengatakan skema investasi ibu kota baru yang akan didominasi oleh infrastruktur dan sarana pendukung seperti properti, energi listrik, energi air dan gas tersebut memang harus dijelaskan gamblang. Perjanjian investasi juga harus disertai dengan klausul perjanjian yang mengutamakan kepentingan Nasional.

"Skema bisa kerja sama pemerintah dengan investor. Pemerintah sediakan lahan dan investor sediakan dana untuk pembangunan infrastruktur, kepemilikannya gimana? Hak investor seperti apa? Harus ada klausul yang adil, yang benar-benar bisa mementingkan kepentingan nasional," jelasnya.

Dirinya mengingatkan agar undangan yang diberikan oleh pemerintah kepada investor luar tak lalu menjadi tiket bagi pihak luar untuk menyetir kepentingan negara.."Karena memiliki modal seakan-akan di-drive (setir), mereka mau apa kita turuti," katanya.

Ahmad mengatakan bahwa hal lain yang harus diperhatikan dalam investasi di ibu kota baru ialah harus adanya nilai tambah bagi Indonesia. Ia mengungkap proyek ibu kota harus memberdayakan pekerja dalam negeri serta menggunakan bahan baku bangunan dari perusahaan konstruksi lokal.

Dirinya menilai jika dalam klausulnya kelak tak diatur persentase penggunaan sumber daya lokal maka ini sama artinya dengan mengundang impor di bumi Kalimantan. (*)

BERITA REKOMENDASI