SNI Uji Halal Pangan/Pakan Mendesak Ditetapkan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Standar Nasional (BSN ) tengah memfasilitasi pemangku kepentingan merumuskan 6 Rancangan Standar Nasional Indonesia/RSNI yang dapat menjadi acuan dalam proses pengujian halal. 6 RSNI ini disusun oleh Komite Teknis 19-07 Metode Pengujian Biomolekuler dan Bioteknologi dan telah masuk dalam tahap jajak pendapat. Apa urgensinya 6 RSNI tersebut dirumuskan?

Demikian Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia Kesehatan dan Halal Badan Standardisasi Nasional (BSN), Wahyu Purbowasito di Jakarta Sabtu (27/02/2021) menjelaskan, perumusan RSNI tersebut menyusul dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mewajibkan bahwa semua produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal, kecuali produk yang yang berasal dari bahan haram.

“Dalam UU tersebut, mengamanatkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai lembaga yang menerbitkan sertifikasi halal. Pemeriksaan proses produk halal dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang salah satu syarat pendiriannya adalah memiliki atau berkerjasama dengan laboratorium,” tambah Wahyu.

BSN sendiri, dalam konteks kerjasama internasional tentang produk halal, mewakili Indonesia menjadi anggota Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC) sejak tahun 2019, yaitu forum kerja sama negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) di bidang standardisasi dan metrologi.

BERITA REKOMENDASI