Soal Harga Umroh Murah, Bos FT Jawab Rahasia Perusahaan

JAKARTA (KRjogja.com) – Sidang lanjutan bos First Travel (FT) kembali digelar di Pengadilan Negeri Depok, Jl Boulevard, Cilodong, Rabu (7/3). Sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi-saksi dari agen FT. Salah seorang saksi yang dihadirkan, Ayutik Eka Putri pernah mengungkapkan keheranannya soal harga murah paket umrah First Travel.

Ayutik bertanya soal rahasia di balik harga murah umrah Rp 14,3 juta, tapi mendapatkan jawaban tak jelas. “Pernah saat seminar ada yang nanya. Cuma kata Anniesa ‘itu rahasia perusahaan’,” kata Ayutik dalam kesaksiannya. Sebagai agen, Ayutik mengaku bisa menggaet 351 orang calon jemaah umrah. Semuanya sudah membayar lunas, tapi tidak ada yang diberangkatkan.

“Uang setoran jemaah Rp 5 miliar,” sebutnya. Saksi lainnya yang juga agen First Travel, M Taufiq mengaku berhasil merekrut 260 orang calon jemaah dengan total biaya setoran Rp 4,3 miliar. Tapi tidak ada calon jemaah paket promo yang diberangkatkan umrah meski sebelumnya dijanjikan berangkat pada Desember 2016-Mei 2017.

Sementara Koordinator Tim Advokasi Penyelamatan Dana Umroh (TPDU) TM Luthfi Yazid menyebut saksi saksi ini sebagai korban yang sempurna. “Para saksi ini adalah korban yang sempurna (the perfect victim). Karena mereka tertarik setelah dirayu oleh para terdakwa untuk mengikuti seminar yang mempromosikan FT,” kata Luthfi Yazid.

Dalam seminar tersebut, para terdakwa, yakni Andhika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, menjadi narasumber. Mereka menjelaskan tentang visi-misi First Travel menjadi perusahaan internasional dengan berusaha meraih penghargaan, ISO, dan tata kelola keuangan. Paparan tersebut membuat para agen tertarik. Apalagi para agen dijanjikan mendapatkan uang minimal Rp 200 ribu bila mampu mendapatkan calon jemaah. Begitu juga janji bos First Travel untuk memberangkatkan seluruh calon jemaah yang tak terlaksana.

“Dari situ agen tertarik, tapi fee yang dijanji-janjikan sebesar Rp 200 ribu per orang tak pernah terwujud. Sebagian kecil agen saja yang jemaah diberangkatkan umrah dan sekadar ‘pemanis’. Sebab, banyak agen yang sama sekali tidak diberangkatkan jemaahnya. Owner FT hanya janji-janji terus,” tuturnya.

Luthfi mengatakan bos First Travel hanya mengubah-ubah program umrah untuk memikat calon jemaah. Program-program seperti Promo Ramadhan, Urgent May, Charter Flight Saudi Air, dan sebagainya dibuat hingga jumlah calon jemaah melebih 63 ribu orang.

Luthfi berpendapat kasus ini harus terus dipantau karena melibatkan 63 ribu calon jemaah dengan total kerugian sekitar Rp 900 miliar. Dia berharap majelis sidang dapat membuat putusan yang berkeadilan dengan memastikan uang calon jemaah dapat kembali. (MERAPI)

BERITA REKOMENDASI