Soal Skrining Penerima Vaksin COVID-19 Diharapkan Tak Terlalu Ketat

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pengamat imunisasi Dokter Elizabeth Jane Soepardi melihat selama ini tempat vaksinasi hanya menunggu orang yang mau divaksin dan setelah dipanggil lewat surat atau pesan singkat melalui telepon seluler, calon penerima vaksin akan mendatangi tempat vaksinasi yang ditentukan.

Belakangan ini, menurutnya, memang ada terobosan vaksinasi drive thru. “Dengan drive thru orang tak perlu datang ke tempat vaksinasi,” kata Jane di Jakarta, Jumat (12/3/2021). Selain itu, lanjutnya, vaksinasi dengan model Pekan Imunisasi Nasional dan pola Pos Pelayanan Terpadu, bisa diterapkan untuk vaksinasi COVID-19.

“Mereka bisa datang ke pasar, tempat ibadah dan tempat keramaian untuk divaksinasi,” tutur Jane seraya berharap jangan terlalu ketat melakukan skrining terhadap calon penerima vaksin. Sebab, di AS dan sejumlah negara lain, tidak memberikan pemeriksaan yang ketat. Ini yang membuat jumlah orang yang divaksin di sana sangat banyak.

“Karena menurut saya, semua vaksin dari berbagai merk itu sangat aman. Jadi jangan terlalu kawatir pada efek sampingnya, yang sangat ringan,” tukas mantan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes ini.
Soal isu salah sasaran program vaksinasi, menurut Jane, tak perlu dipersoalkan sekali. Ini karena pada akhirnya semua warganegara Indonesia yang memenuhi syarat bakal divaksin juga.

Meski begitu pemerintah menetapkan pentahapan vaksinasi tersebut bertujuan baik, yaitu agar kelompok masyarakat yang rentan terpapar COVID-19 dan bersinggungan dengan banyak mendapat perlindungan terlebih dahulu. Vaksinasi memang merupakan satu cara untuk mencapai herd immunity. Makin cepat dan banyak penduduk mendapat vaksin, makin kecil peluang virus itu menyebar.

“Tapi itu juga perlu dibarengi dengan ketaatan masyarakat terhadap 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) serta mempercepat atau mengekskalasi 3T (testing, tracing, dan treatment),” kata Jane.

Untuk 3M misalnya, saat tiba di rumah, pastikan tidak membawa virus dari luar. Caranya, menurutnya, segera mencuci tangan dengan sabun, mengganti baju dan mandi. Baru setelah semuanya bersih bisa bertemu dengan keluarga. Bila di rumah memiliki anggota keluarga yang termasuk dalam kelompok rentan, seperti orang tua dan anak-anak, gunakan masker saat berinteraksi dengan mereka.(Ful)

BERITA REKOMENDASI