Sri Mulyani Keluhkan Pengelolaan Anggaran Kepala Daerah

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluhkan kinerja pengelolaan anggaran para bupati dan walikota ke anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Keluhan ia sampaikan terkait dana transfer triliunan rupiah  milik pemerintah daerah yang terparkir di rekening kas daerah.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, jumlah simpanan pemda di rekening daerah mencapai Rp186 triliun per November 2019. Jumlah tersebut berpotensi bertambah jadi Rp220 triliun.

Sri Mulyani mengatakan jumlah dana terparkir tersebut tak sesuai dengan 'nafsu' besar pada bupati dan walikota dalam meminta dana transfer ke Kementerian Keuangan.

"Jadi rajin minta, tapi setelah dikasih, kemudian hanya dimasukkan saja ke rekening daerah, tidak digunakan," kata Sri Mulyani.

Menurutnya, kinerja pengelolaan anggaran tersebut cukup menyedihkan.  Pasalnya, di tengah upaya pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai membanting tulang mencari penerimaan negara untuk kemudian dialirkan ke daerah supaya ekonomi mereka bisa bergerak, para bupati dan walikota malah menyia-nyiakannya.

Masalah yang dibuat oleh para pemerintah daerah tersebut kata Sri Mulyani, membuat pembangunan di daerah tidak berjalan maksimal sehingga manfaatnya tidak bisa dinikmati masyarakat. "Padahal kan setiap rupiah kalau bisa dipakai untuk kesejahteraan ada manfaatnya," tuturnya. (*)

BERITA REKOMENDASI