Sri Mulyani Siapkan Rp 10 Triliun Tutup Defisit BPJS Kesehatan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hanya menyiapkan alokasi dana Rp8 triliun sampai 10 triliun untuk menutup defisit keuangan BPJS Kesehatan pada tahun ini. Jumlah dana tersebut tidak jauh berbeda dari alokasi yang diberikan pemerintah pada tahun lalu sebesar Rp10,3 triliun.

Hal tersebut diungkap oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. "Tidak jauh berbeda, kami siapkan Rp8-10 triliun. Dananya sudah ada semua di APBN, sehingga nanti tidak ada kekurangan," ungkap Mardiasmo.

Lebih lanjut, ia mengatakan dana yang disiapkan tersebut masih bisa bertambah sekitar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Dana itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, juga berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT). "Itu semua sudah kami cadangkan," imbuhnya.

Dengan jumlah tersebut, bila ditotal sinergi pemerintah pusat dan daerah bisa menutup defisit keuangan perusahaan peralihan PT Asuransi Kesehatan alias Askes itu sekitar Rp9 triliun sampai Rp13 triliun.

Kendati begitu, alokasi yang disiapkan sejatinya tak sampai separuh dari proyeksi defisit keuangan BPJS Kesehatan pada tahun ini yang diproyeksikan Rp28 triliun. Artinya, pemerintah masih harus 'putar otak' dalam rangka menambal defisit keuangan perusahaan.

Atas kekurangan ini, Mardiasmo mengatakan pemerintah tentu akan mencari sumber dana baru. Namun, pemerintah berkeyakinan bahwa defisit keuangan bisa tidak sebesar proyeksi. (*)

BERITA REKOMENDASI