Sri Muslimatun Terima SK DPP NasDem Maju Pilkada Sleman

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sri Muslimatun secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari DPP Partai NasDem untuk maju dalam bursa pencalonan Bupati Sleman pilkada mendatang. Dengan diterimanya SK ini, Sri Muslimatun yang berpasangan dengan Amin Purnomo telah memenuhi kuota pencalonan dukungan parpol yakni 14 kursi dewan hasil koalisi NasDem, PKS dan Golkar.

Penetapan calon yang diusung partai ini menurut Ketua DPW NasDem DIY, H Subardi berdasarkan hasil survei dari masyarakat. Hasil survei yang menjadikan popularitas dan elektabilitas sebagai bagian dari parameter ini kemudian didiskusikan dalam struktur partai, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi dan pusat.

“Tiga kali survei hasilnya sama. Bukan subyektif, tapi obyektif. Kita menghargai dan apresiasi bahwa amanah diberikan rakyat diwujudkan dengan memberikan terbaik yang dikehandaki rakyat,” tegas Subardi saat penyerahan SK DPP NasDem kepada Sri Muslimatun – Amin Purnomo di Hotel Merapi Merbabu, Minggu (30/08/2020).

Subardi menegaskan, Sri Muslimatun sebagai petahana bukan menjadi alasan satu-satunya bagi partai memilih Wakil Bupati Sleman yang kini tengah menjabat tersebut untuk bertarung dalam pilkada. Tak hanya Sri Muslimatun saja, masih ada dua nama calon diusung NasDem dalam pilkada serentak wilayah DIY yang merupakan petahana yakni Suharsono di Bantul serta Immawan Wahyudi di Gunungkidul.

“Jadi bukan memilih incumbent, tapi proses di NasDem itu membawa amanah rakyat. Kami tanya rakyat menginginkan bagaimana, maka kami pakai survei,” tandasnya.

Anggota Komisi VI DPR RI ini menegaskan bagi NasDem tak ada istilah berat maupun ringan dalam menghadapi pilkada tahun ini. Menurut Subardi proses demokrasi ini harus dilalui bukan untuk berbicara menang atau kalah, melainkan mencari pemimpin terbaik di daerah bagi masyarakat.

Sri Muslimatun dalam kesempatan ini menegaskan optimismenya dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten tersebut. Ia juga siap meneruskan visi dan misi pemerintahan di Sleman yang saat ini tengah dijalankannya bersama bupati.

Sebagai calon pemimpin perempuan dalam pilkada mendatang, Sri Muslimatun juga tak menampik bakal adanya potensi isu gender menerpanya. Namun ia menegaskan akan menghadapinya dengan pengalaman memimpin Sleman sebagai wakil bupati selama lima tahun ini.

“Saya yakin warga Sleman tidak akan terbawa isu itu, kan sudah ada rekam jejaknya saya selama lima tahun ini. Jadi siapapun mendapat hak yang sama antara lelaki dan perempuan, bahwa setiap warga baik perempuan maupun laki-laki memiliki hak yang sama untuk memimpim dan dipimpin,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI