Status Darurat Corona Belum Berakhir

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menegaskan status keadaan darurat pandemi virus corona di Indonesia masih berlaku, meskipun status Keadaan Tertentu Darurat Bencana yang ditetapkan BNPB akan berakhir pada 29 Mei 2020 mendatang.

Ketua Gugus Tugas Doni Monardo menjelaskan keadaan darurat itu tetap berlangsung karena masih berlakunya Keppres Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional.

“Secara otomatis, status keadaan darurat bencana menyesuaikan dengan Keputusan Presiden 12 Tahun 2020. Selama Keppres tersebut belum diakhiri, maka status kebencanaan masih berlaku,” kata Doni.

Doni mengklaim status bencana nasional yang belum berakhir menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi warganya dari infeksi virus corona. Ia menyebut telah meneken Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 yang mempertegas status bencana nasional.

Terdapat empat poin yang diatur mengenai Status Keadaan Darurat Bencana Non-alam Covid-19 sebagai Bencana Nasional. Yakni, pengelolaan sumber daya untuk percepatan penanganan Covid-19 diselenggarakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Kemudian percepatan penanganan Covid-19 dalam keadaan darurat bencana non-alam dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Status Bencana Nonalam Covid-19 sebagai Bencana Nasional.

“Melalui surat tersebut, Kepala BNPB, gubernur, bupati dan wali kota tidak perlu lagi menetapkan status keadaan darurat bencana Covid-19,” ucap Doni.

Kemudian poin terakhir adalah status keadaan darurat bencana nonalam akan berakhir pada saat ditetapkannya keputusan Presiden tentang Penetapan Berakhirnya Status Bencana Nonalam Covid-19 sebagai Bencana Nasional. (*)

BERITA REKOMENDASI