Subsidi Energi 2018 Diramalkan Rp 156,92 Triliun

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan realisasi pembayaran subsidi energi pada tahun ini akan mencapai Rp156,92 triliun. Proyeksi tersebut lebih besar Rp62,42 triliun dari pagu APBN 2018 sebesar Rp94,5 triliun.

Perkiraan tersebut seiring realisasi pembayaran subsidi energi hingga 30 November 2018 yang sudah mencapai Rp130,4 triliun atau 138 persen dari target awal. Realisasi subsidi energi tersebut juga meroket 66,2 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sumbangan subsidi energi tersebut berasal dari subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji sebesar Rp84,3 triliun atau 179,8 persen dari target awal yang hanya Rp46,9 triliun. Lalu, juga disumbang oleh subsidi listrik yang sudah mencapai Rp46,1 triliun atau 96,8 persen dari asumsi Rp47,7 triliun.

Ia mengatakan proyeksi pembengkakan tersebut terjadi lantaran pembayaran dari pemerintah untuk subsidi BBM jenis solar meningkat dari semula Rp500 per liter menjadi Rp2.000 per liter. "Kenaikan ini besar karena ada perubahan pembayaran solar yang naik tiga kali lipat. Sedangkan dari listrik, kami lakukan pembayaran dari tahun sebelumnya," ujar Sri Mulyani.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan pembengkakan anggaran subsidi terjadi karena kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan kemarin. Kendati anggaran subsidi energi bakal membengkak, namun Ani meyakini masalah tersebut tidak menjadi beban. Pasalnya, pelemahan kurs rupiah dikatakannya juga memberi 'untung' bagi penerimaan negara. (*)

BERITA REKOMENDASI