Subsidi Energi Terancam Bengkak

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Keuangan  Sri Mulyani menyebut pelemahan nilai tukar rupiah bisa memengaruhi besaran subsidi energi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik yang harus dikucurkan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk itu, Sri Mulyani mengaku terus melakukan diskusi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

"Kami sedang bekerja dengan Menteri Jonan dan Menteri Rini untuk melihat neracanya PT PLN (Persero) dan PT Pertamina, terutama Pertamina," ungkap Sri Mulyani.

Melalui diskusi bersama dua menteri itu, Sri Mulyani berharap bisa mengeluarkan kebijakan agar kinerja keuangan PLN dan Pertamina tidak terpuruk akibat pelemahan rupiah. Namun, ia juga memastikan kebijakan itu tak memberatkan APBN 2018.

Di sisi lain, besaran subsidi energi ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan batu bara yang semakin menjulang bila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Berdasarkan data ESDM, harga batu bara acuan (HBA) pada Mei 2018 sebesar US$89,53 per metrik ton.

Bila dibandingkan dengan April 2018, HBA itu turun 5,51 persen. Namun, harga batu bara sudah bisa dikatakan jauh lebih baik dari 2016 lalu yang sempat hampir US$50 per metrik ton. (*)

BERITA REKOMENDASI