Subsidi Kuota untuk Seluruh Akses Langgar Filosofi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pendataan nomor peserta didik dan guru yang akan mendapatkan bantuan kuota data dari pemerintah guna mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan segera berakhir. Menjelang berakhirnya masa pendaftaran, berbagai upaya dilakukan oleh operator untuk memikat peserta didik dan guru untuk menggunakan layanannya.

Setelah memberi iming-iming tambahan kuota data, demi memikat calon peserta didik dan guru untuk menggunakan layanan, kini salah satu operator mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) supaya mengizinkan subsidi kuota data yang diberikan pemerintah tersebut dapat dipergunakan untuk mengakses seluruh layanan dan situs yang ada di dunia maya.

Komisioner Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) i , Agung Harsoyo di Jakarta, Kamis (10/9) menjelaskan jika rencana tersebut benar dan diwujudkan, maka itu tidak sesuai dengan filosofi dan tujuan awal diberikannya subsidi kuota data ini. Agung mengingatkan bahwa sejatinya subsidi kuota data ini diberikan pemerintah untuk membantu proses belajar mengajar.

“Kuota yang diberikan oleh pemerintah harus tepat sasaran dan dapat dipergunakan untuk mendukung Program PJJ. Seharusnya dipergunakan untuk mengakses situs-situs yang mendukung Program PJJ, bukan untuk mengakses yang di luar Program PJJ,” kata Komisioner Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI) i , Agung Harsoyo di Jakarta, Kamis (10/9).

BERITA REKOMENDASI