Sumbangan Pembaca ‘KR’ Diserahkan di Sigi

Editor: KRjogja/Gus

SORE itu anak-anak pengungsi di Posko 6 Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi tampak ceria. Mereka bermain dengan berbagai sarana permainan anak-anak sebaimana yang ada di taman bermain. Sebagian lainnya bermain sepakbola. 

Sementara itu untuk anak-anak balita digendong ibunya ke tenda posko untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim medis Puskesmas Sigi Biromaru. Pulangnya ke tenda masing-masung, mereka membaha bungkusan kacang hijau, kacang merah, dan telur. Ketiga item barang tersebut sumbangan dari pembaca Kedaulatan Rakyat.

"Alhamdulillah sore ini kami mendapat bantuan dari pembaca Kedaulatan Rakyat. Kami mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan bahan makanan tambahan berupa telur, kacang hijau, dan kacang merah untuk para pengungsi di Kabupaten Sigi, " kata Aliflaela, Tim Medis Puskesmas Sigi Biromaru. 

Pada kesempatan ini Tim Dompet KR menyerahkan bantuan 60 kg kacang hijau, 60 kg kacang merah, dan 60 rak telur.  Hal itu sesuai dengan jumlah balita di kompleks pengungsian tersebut. 

Menurut Afing Nurkholis, koordinator Posko, di tenda-tenda pengungsian tersebut terdapat 1.552 jiwa pengungsi yang terdiri 460 KK. Mereka datang Desa Lolu sendiri ditambah dari Jono Oge, wilayah yang mengalami tanah bergerak, sehingga lahan pertanian, jalan dan rumah berpindah tempat sekitar 1 km. Untuk rumah banyak yang tenggelam ditelan bumi. 

Sedang perkampungan sekitarnya tanah jadi bergelombang, naik atau turun. Banyak juga yang merekah lebar-lebar. Karena itu rumah-rumah jadi rusak. Ada yang langsung roboh, ada juga yang masih berdiri dalam kondisi rusak parah dengan posisi pondasi sebagian rendah dan di sisi lain menyembul ke atas. Sedang jalan yang semula datar mulus dan lurus, jadi berkelok dan bergelombang naik turun cukup dalam. 

Menurut Darussalam, Kasi Rekonstruksi BPBD Sulawesi Tengah, kawasan tersebut sudah dinyatakan zona merah alias sudah tudak layak huni. Karena itu warganya harus direlokasi. "Karena itu jika ingin membantu bangunan fisik atau permanen jangan di sekitar Jono Oge atau kawasan yang terkena likuifaksi lainnya, yaitu Petobo, Balaroa , dan Sibalaya, " sarannya. (Fie) 

 

BERITA REKOMENDASI