Sutan Bhatoegana Tutup Usia Akibat Kanker Hati

JAKARTA (KRjogja.com) – Mantan Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Bogor Medical Centre (BMC) setelah dirawat sejak 2 November 2016. Dia meninggal sekira pukul 08.00 WIB.Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly dikabarkan bakal melayat ke rumah duka di Perumahan Villa Duta, Jalan Sipatahunan Nomor. 26, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi mengatakan, Sutan Bhatoegana menghembuskan nafas terakhir setelah sempat menderita kanker hati"Iya setelah dirawat, sakit (kanker hati). Bapak menteri dijadwalkan akan melayat ke Bogor," kata Akbar kepada Okezone, Sabtu (19/11/2016).

Kesehatan mantan politikus Demokrat itu memang terus menurun. Dari sejumlah foto yang beredar, Sutan sudah tak seperti sebelumnya. Tubuhnya kurus kering. Mukanya yang bulat menjadi tirus lantaran penyakit yang menggerogoti badannya.

Sutan divonis selama 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider satu tahun kurungan penjara di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sutan terbukti menerima USD140 ribu dari Waryono Karno dan USD200 dari Rudi Rubiandini dan bangunan seluas 1.194,38 meter persegi di Medan dari Komisaris PT SAM Mitra Mandiri, Saleh Abdul Malik. 

Tak puas, mantan kader Demokrat itu mengajukan banding. Oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hukuman Sutan tetap dihukum 10 tahun bui. Masih penasaran, Sutan pun mengajukan kasasi. Namun usahanya kandas, hukuman Sutan diperberat menjadi 12 tahun penjara oleh Hakim Agung Artidjo cs.

Setelah ditahan di Rumah Tahan Cipinang selama menjalani proses hukum, Sutan yang terkenal dengan ungkapan 'Ngeri-ngeri sedap' ini pun dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Di “rumah koruptor” itu Sutan bakal menghabiskan waktu sehari-harinya selama kurang lebih 12 tahun. Namun, belum 1 tahun menjalani masa hukuman, Sutan menderita sakit. (*)

BERITA REKOMENDASI