Swasembada Kedelai, Pemerintah Tambah 500 Hektare Lahan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mengejar target swasembada kedelai dengan memperluas lahan pertanaman seluas 500.000 hektare (ha).

Perluasan pertanaman kedelai ini menggunakan anggaran APBNP 2017 yang dipusatkan di 20 provinsi. Ke-20 provinsi tersebut mulai dari Sumatera seluas 153.000 ha, Jawa 130.000 ha, Kalimantan 27.000 ha, Sulawesi 110.000 ha, dan NTT dan NTB masing-masing 40.000 ha,” ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan Gatot Irianto di Jakarta kemarin.

Target pertanaman tersebut merupakan bagian dari program upaya khusus (Upsus) swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale) dengan memanfaatkan lahan bekas pertambangan, perkebunan TBM, lahan kering, lahan bera, lahan tidur, lahan pasang surut, dan lahan eks-PATB jagung. ”Tadinya target swasembada kedelai pada 2019, tapi kami majukan pada 2018,” kata Gatot.

Menurut dia, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), masuk dalam program 500.000 ha dengan luas area tanam 17.000 ha. Potensi besar varietas grobogan dengan keunggulan usia tanaman yang pendek 76 hari, berat biji kedelai 18 gram per 100 biji, dan ratarata produksi 3,4 ton ha menjadikan Kabupaten Grobogan sebagai sentra penghasil kedelai berkualitas.

Grobogan merupakan penghasil kedelai terbesar dengan kontribusi sebesar yaitu 30% di Jateng dan 4,9% untuk kebutuhan nasional. ”Untuk menjadikan Grobogan pusat kedelai nasional, maka areal 20.000 ha ditingkatkan jadi 100.000 ha. Hal ini juga akan mengurangi ketergantungan impor kedelai secara bertahap,” kata Gatot. (*)

BERITA REKOMENDASI