Swasta Harus Ikut Kampanyekan Penggunaan Masker

JAKARTA, KRJOGJA.com – Selain pemerintah, pihak swasta juga harus ikut membantu mengkampanyekan gaya hidup sehat memakai masker secara benar.

PT Asia Health Energi Beverages (AHEB), produsen minuman energi Kratingdaeng dan Red Bull Gold membagikan sedikitnya
200.000 masker secara langsung kepada masyarakat. Pembagian masker secara serempak di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dilakukan mulai tanggal 12 Oktober 2020 sampai 16 Oktober 2020.

“Ini adalah salah satu program Kratingdaeng Peduli bertajuk Gerakan Disiplin Memakai Masker,” ujar Davin Thomas Lai, CMO PT. Asia Health Energi Beverages (AHEB) saat memulai gerakan bagi-bagi masker kepada masyarakat di wilayah Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Davin meyakini, selain pemerintah, pihak swasta juga harus ikut membantu mengkampanyekan gaya hidup sehat memakai masker secara benar. Pihak swasta juga harus peduli agar kasus yang terkonfirmasi Covid19 semakin berkurang.

“Bila kasus terus berkurang dan yang sembuh semakin banyak, diharapkan ekonomi juga terus menggeliat dan bergerak cepat. Ini tentunya menguntungkan tidak hanya dunia industri tapi juga ketenagakerjaan,” kata Davin.

Jumlah orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Sampai Minggu (11/10), Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 mengakumulasi 333.449 orang yang dinyatakan positif dengan penambahan 4.497 sepanjang 24 jam terakhir.

penyebab utama makin meluasnya jumlah terkena Covid-19 adalah perilaku tidak disiplin warga dalam menjalani protokol kesehatan melawan Covid 19. Ajuran 3 M, yaini Memakai masker, Menjaga jarak dan rajin Mencuci tangan, seringkali diabaikan.

“Padahal salah satu kunci keberhasilan untuk mempersempit ruang gerak penyebaran virus Corona adalah rajin mengenakan masker dan menjaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan, makan makanan sehat serta menjaga jarak,” tandas Davin.

Lokasi-lokasi yang dipilih untuk dibagikan masker, lanjut Davin, adalah kawasan merah dan disinyalir menjadi tempat penularan yaitu pasar-pasar, tempat berkumpulnya orang-orang seperti pangkalan ojek dan juga lapangan-lapangan dimana banyak masyarakat berkumpul untuk berolahraga.

Di lokasi-lokasi tersebut juga diketahui masyarakat tidak terlalu peduli dalam memakai masker.

“Dari pemberitaan yang ada, kasus penularan yang terjadi di pasar ternyata relatif tinggi. Banyak pedagang dan berbagai pihak di sana yang mengabaikan protokol kesehatan. Di lapangan-lapangan dan perumahan juga terjadi hal yang sama, itu sebabnya kami memilih membagikan masker di kawasan rawan ini,” tandas Davin.

Davin menjelaskan, langkah yang dilakukan AHEB adalah bagian dari tanggung jawab dunia industri dalam menjaga kesehatan banyak orang.

“Tanpa adanya masyarakat yang sehat dan terhindar dari pandemi saat ini, maka roda perekonomian akan terganggu. Langkah kami saat ini adalah mengajak semua masyarakat untuk lebih disiplin memakai masker dan berharap pandemi segera berakhir,” katanya.

Itu pula sebabnya dalam paket masker yang dibagikan adalah masker kesehatan yang memang direkomendasikan. Selain masker kesehatan, juga ada edukasi tentang pemakaian masker yang baik dan benar.

“Memakai masker dengan baik dan benar sekaligus menjaga jarak dengan sekitar kita bisa mengurangi sampai 90 persen tertular virus Covid19. Pada saat memberikan masker, tim lapangan juga memeragakan cara memakai masker yang baik dan benar sesuai rekomendasi dokter,” imbuh dia.

Langkah yang dilakukan AHEB ini bukan yang pertama namun aksi kedua dalam kepeduliannya membagikan masker. Aksi pertama membagikan makanan dan minuman energi yang dilakukan di 10 rumah sakit di Jakarta, aksi kedua lebih luas ke Jabodetabek dan langsung ke masyarakat. Aksi-aksi ini akan menjadi aksi yang berkelanjutan (sustainable responsibility) tidak hanya terkait COVID19 tetapi aksi lainnya.

Di lokasi, Kepala Satuan Tugas Polisi Pamong Praja Kelurahan Kebayoran Lama, Robinhot Butar Butar mengatakan, pihaknya rutin menjalankan razia masker setiap hari sejak pukul 08.00 -10.00 WIB. Saat ini dia menilai kesadaran masyarakat untuk pakai masker sudah jauh lebih baik.

“Tentu saja ini semua atas dukungan semua pihak, termasuk kalangan pengusaha yang peduli untuk membagikan masker atau mengedukasi masyarakat. Sebab kalau tanpa kesadaran, masyarakat cuma akan kucing-kucingan saja dengan petugas seperti kami ini,” tandasnya.

Nila, seorang ibu warga sekitar Kebayoran Lama yang hendak belanja mengaku senang dibagikan masker medis. Dia mengaku hanya punya masker kain di rumah, karena dapat dipakai ulang. Dia tahu kalau masker medis lebih baik melindungi, tapi sekali pakai dan jadi kurang ekonomis.

“Terima kasih sudah diberi masker medis. Ini sangat berguna buat saya dan keluarga,” ujar Nila.(ati)

BERITA REKOMENDASI