Tak Ada Jalan Pintas, Kita Harus Lakukan Pekerjaan Rumit

JAKARTA (KRjogja.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengakui bahwa masyarakat muslim saat ini menghadapi berbagai tantangan yang besar, seperti tingkat pengangguran yang tinggi, khususnya pada kaum muda dan belum bisa berintegrasi dengan yang lain.

“Kita belum cukup kuat dalam sosial media dan teknologi sehingga kita tidak akan memenangkan pertarungan persepsi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan World Islamic Economic Forum (WIEF), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Pembukaan WIEF ke-12 itu dihadiri  antara lain oleh Perdana Menteri Malaysia dan patron dari WIEF Foundation Dato’ Sri Mohd. Najib Bin Tun Abdul Razak, Presiden Republik Guinea Alpha Condé, Perdana Menteri Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka Ranil Shriyan Wickremesinghe, Presiden Republik Tajikistan Emomali Rahmon, Deputi Perdana Menteri dan Menteri Perekonomian dan Perindustrian Kerajaan Yordania Hasyimiah Dr. Jawad Al Anani, Ketua WIEF Tun Musa Hitam, Presiden Islamic Development Bank Dr. Ahmad Mohamed Ali.

Selain itu turut hadir Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI, Kapolri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Kepala BKPM Thomas Lembong, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, dn Menteri ESDM Archandra Tahar.

Lebih lanjut Presiden mengatakan masyarakat muslim, perlu diedukasi dan dilatih sehingga dapat memenangkan pertarungan. “Kalau kita tidak mengedukasi masyarakat kita, kalau kita tidak melatih masyarakat kita, dunia akan meninggalkan kita di belakang,” tegas Presiden. (Sim)

 

BERITA REKOMENDASI