Tak Jadi Meletus, Ada ‘Kekuatan Lain’ di Gunung Agung?

BALI, KRJOGJA.com – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengaku percaya ada kekuatan lain yang membuat Gunung Agung tidak jadi meletus sampai saat ini. Sesuai namanya, lanjut Pastika, Gunung Agung itu besar dan suci. Berkat kekuatan doa bersama seluruh rakyat Bali yang membuat Gunung Agung mulai mereda.

Padahal, berdasar laporan para ahli vulkanologi kepada Pastika, Gunung Agung diprediksi meletus pada 23 September pukul 16.00, atau sehari setelah ditetapkan status Awas.

“Para ahli bilang pada saya, 23 September pukul 16.00 itu harusnya meletus. Perkiraan itu berdasar pergerakan magma setelah status Awas 22 September,” tutur Pastika.

Para ahli juga heran ketika Gunung Agung tak kunjung erupsi. Sebab, perkiraan sebelumnya selalu tepat. Misal perkiraan erupsi Gunung Merapi pada 2010 di Yogyakarta dan erupsi Gunung Kelud.

“Perkiraan erupsi Merapi waktunya bisa persis. Kalau Kelud waktunya selisihnya satu jam. Tapi, Gunung Agung justru tidak meletus. Ada apa ini?

Ditunggu dua minggu, kami tanya lagi, ternyata semua perhitungan mereka meleset,” papar gubernur yang tidak lama lagi masa jabatannya habis itu.

Karena itu, Gubernur Pastika mengajak seluruh masyarakat Bali untuk introspeksi diri. Kejadian ini harus dijadikan tanda peringatan dari Tuhan.

“Terutama orang-orang di sekitar Gunung Agung harus mempertahankan kesucian. Mari kita introspeksi.

Apakah karena diberikan rezeki melimpah setelah letusan 1963, perbuatan kita sudah sesuai dharma (kebaikan)?, Semoga ini menyadarkan,” ungkapnya.

Ditanya usul menutup Pura Besakih sebagai daya tarik wisata, Gubernur Pastika menyebut pemerintah tidak bisa memaksa.(*)

BERITA REKOMENDASI