Tak Pernah Gunakan Fasilitas BPJS, Pemerintah Pikirkan Bonus

YOGYA, KRJOGJA.com – Setelah menetapkan kenaikan iuran BPJS dua kali lipat khususnya untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), pemerintah kini memikirkan adanya bonus bagi peserta yang tidak pernah menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk kuratif. 

Pertimbangan bonus tersebut misalnya dengan bisa mendapatkan cek kesehatan lebih lengkap sehingga mengetahui kondisi fisiknya dengan baik. "Ini sudah diinisiasi dan sedang dilakukan exercisenya, untuk jaminan kesehatan ke depan,” tandas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P-PPTM)Kemenkes dr Anung Sugihantono MKes kepada wartawan di UMY, Sabtu (2/11). 

Anung menyebutkan belum semuanya diinisiasi karena sistemnya harus ditata. Pelayanan kesehatan hakikatnya dibagi menjadi 4 yakni promotive, peventif, kuratif dan rehabilitative. Tidak menggunakan kartu JKN untuk kuratif dimaksudkan Anung adalah tidak memanfaatkan kartu tersebut untuk proses penyembuhan. "Tapi tidak kemudian orang yang tidak ke puskesmas atau tidak ke rumah sakit mesti sehat. Ini harus ditata,” tambahnya.

Dirjen P-PPTM Kemenkes kemudian mencontohkan peserta kegiatan di UMY yang mengikuti tes kebugaran kemudian diberi kartu menuju bugar. Dalam kartu tersebut lanjutnya ada menu aktivitas yang harus dilakukan dan
ini bisa ditunjukkan. Jadi mirip seperti model thumbler yang bila mahasiswa/karyawan UMY membawanya dari rumah maka ia dapat korting ketika makan di kantin UMY.

"Jadi nanti pemilik atau pemegang kartu JKN dengan menunjukkan catatan hasilnya yang bagus, bisa mendapatkan bonus. Harapannya, bonus BPJS bagi peserta ini bisa dilaksanakan akhir 2020, harap Anung. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI